Archive for the ‘Refleksi’ Category
Refleksi 02/05-10
Sebelumnya untuk semua temen yang bekerja di institusi pendidikan, termasuk pelajar + mahasiswa, saya ucapkan selamat hari pendidikan. Mari kita majukan pendidikan di Indonesia.
Back to reflection. Malam ini saya ingin mengangkat peristiwa kecil yang saya alami hari Kamis kemarin (29 April ‘10). Ketika saya menghadap dosen untuk asistensi Tugas Merancang Kapal III.
Waktu itu saya ke kampus membawa 2 gambar berukuran A1 untuk di asistensikan. 1 gambar propeller (baling-baling) dan 1 gambar stern tube. Untung sebelum menghadap saya bertemu adik kelas.
Share on FacebookPasir, Batu, dan Sahabat
Dua sahabat tengah berjalan melintasi gurun pasir yang ganas. Bersama-sama berjalan untuk mencapai sebuah kota tua di penghujung gurun.
Suatu ketika, di tengah perjalanan mereka terlibat pertengkaran yang sangat sengit. Hingga salah satunya menampar wajah sahabatnya.
Yang ditampar merasa sakit. Tidak hanya fisik namun juga hatinya. Ia tidak melampiaskan rasa sakitnya dengan sepatah kata pun, hanya menuliskan di pasir :
Share on FacebookLa Tahzan Friday 26/03-10
Ketika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang seperti sia sia..
Allah tahu betapa keras engkau sudah berusaha.
Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih..
Allah sudah menghitung air matamu.
Ketika segalanya menjadi sesuatu yang tidak masuk akal dan kau merasa tertekan..
Maka sesungguhnya Allah bersamamu untuk menenangkanmu.
Laa Tahzan, Innallaaha ma’anaa..
[disadur dari berbagai sumber]
Enjoy my blog, happy blogwalking!
Share on FacebookRefleksi 21/03-10
Kalau ada minggu paling ngga produktif di bulan Maret, saya rasa 1 minggu ini. Sengaja memang, bermalas-malasan. Atau kalau bahasa kerennya Mbak Trinity, the art of doing nothing.
Berawal dari hari senin, yang mana adalah ‘harpitnas’. Mood sedang malas sekali untuk produktif. Akhirnya saya kontak perantara job Ghost Writer untuk stop dulu sampai pertengahan April.
Selasa? Libur. Diminta nganterin ortu ke rumah saudara di Surabaya. Ada pembicaraan penting terkait masalah salah satu adik ayah.
Share on FacebookRefleksi 07/03-10
Ada begitu banyak orang yang takut dengan berakhirnya hari minggu karena keesokan harinya mesti bergelut kembali dengan rutinitas kerja.
Bisa jadi Anda juga begitu, kawan? Makanya tak jarang banyak juga kawan-kawan yang memilih menghabiskan minggu malam karena saking tidak rela akan datangnya hari senin.
Disisi lain, ada teman SMA saya. Wisna namanya. Selalu bersemangat dengan hari senin. Bahkan karena begitu semangatnya, hingga Sunday selalu diharapkannya segera usai.
Share on Facebook






