25
2012
Welcome To Singapore
2 tahun lalu, sebelum pensiun ayah saya akhirnya mendapatkan kesempatan juga untuk pergi ke Singapore. Waktu itu adalah kali kedua bagi ayah pergi keluar negeri. Pertama kali ke luar negeri ya ke tanah suci Mekah untuk menunaikan ibadah haji.
Sejak ayah pulang dari Singapore, saya jadi punya semacam bayangan dan keyakinan bahwa kelak saya akan melangkah lebih jauh lagi menjelajahi dunia ini entah bagaimana caranya. Dan benar saja, tidak butuh waktu lama untuk pertama kalinya saya mengikuti jejak ayah saya menginjakkan kaki di Singapore. Berikutnya kemana? Ke Eropa mungkin, hahaha…
Semuanya memang masih tidak lepas juga dari pekerjaan saya. Weekend kemarin saya diminta mendampingi salah satu mentor untuk witness chemical test di Singapore. Hanya saja, berhubung witness chemical testnya ternyata sudah dilaksanakan minggu sebelumnya, jadilah kepergian saya ke Singapore bersama mentor saya hanya sekedar jalan-jalan belaka. Sekedar “icip-icip” ini loh yang namanya Singapore.

Batam - Singapore
Berangkat ke Singapore tidak terlalu sulit. Kebetulan tempat tinggal saya di Batam bersebelahan dengan Harbour Bay, dimana disana ada pelabuhan ferry penyeberangan Batam – Singapore. Tinggal ngesot ke sebelah, naik ferry kurang lebih 45 menit maka sudah sampailah saya dan teman-teman di Singapore.
Di Singapore transportasi yang sering saya gunakan adalah MRT. Selain konsepnya mirip busway, yang paling penting adalah murah. Hahaha… Maka berangkatlah kami ke tempat tujuan pertama yaitu Mustafa Centre. Katanya sih banyak barang murah-murah disana. Meski sesampainya disana saya juga bingung mau beli apa. Gini-gini sih ada semua di Indonesia. Dibilang murah, kalau dibandingin ya ngga murah juga sebenernya. Kecuali jam tangan.
Niatan awal kami, mau mengunjungi beberapa tempat perbelanjaan. Di awali dari Mustafa Centre. Cuma karena selama ini tempat nongkrong saya Mall dan Mall melulu, jadilah saya minta ke mentor untuk pergi ke tempat lainnya. So, cukup lah Mustafa Centre saja tempat perbelanjaan yang kami kunjungi.
Berkunjung ke Singapore ngga lengkap dong kalau tidak berpose di depan patung Merlion. Makanya saya minta pada mentor saya untuk tidak melewatkan “Merlion Park”, tempat dimana patung Merlion nongkrong dengan manisnya.

Me and Merlion
Usai puas berfoto-foto di Merlion Park, perjalanan pun lanjut ke Sentosa Island. Dengar-dengar disana ada Universal Studios dan berbagai attraction yang memang disediakan khusus untuk para wisatawan yang sedang berwisata ke Singapore.
Tadinya saya kira untuk ke Sentosa Island harus menyeberang lagi menggunakan kapal, ternyata tidak. Sudah ada akses dengan mudah kesana. Kami bergerak dari Merlion Park ke Sentosa Island naik taxi saja, biar tidak ribet.
Di Sentosa Island, ada banyak tempat yang bisa kita kunjungi. Mulai dari Universal Studios, Maritime Experiental Museum & Aquarium, Hard Rock Cafe, beberapa pantai dan wahananya. Tentu saja situs mother of merlion. Saya lupa namanya, tapi disana ada patung Merlion terbesar di Singapore.
Kalau tidak salah, ada akses menuju puncak patung Merlion raksasa itu. Sayangnya saya tidak sempai mencoba masuk hingga ke dalam mulut Merlion di puncak itu. Paling tidak ambil fotonya dulu lah. Mother of Merlion. Hahaha…
Di Universal Studios Singaporepun sayangnya saya juga tidak sempat masuk. Hanya lewat di depannya saja. Lagi-lagi karena keterbatasan waktu, mengingat mentor saya ternyata ada janji mendadak dengan salah satu pemilik kapal terkait dengan sertifikat class yang harus beliau tandatangani.
Yah, cuma bisa ambil fotonya di luar aja. Berasap di depan Universal Studios Singapore.

Universal Studios Singapore
Jadi seperti yang saya bilang di awal, ini cuma jalan-jalan sekedar icip-icip seperti apa itu Singapore. Saya ada plan untuk kembali mengunjungi tempat ini. Tentu saja bersama teman-teman yang lain. Biar lebih ramai. Atau mungkin juga tidak bersama teman, melainkan seseorang #eaaaa.
Kesan yang saya dapat dari singapore beberapa diantaranya :
Cepat. Yap. Entah kenapa tapi yang jelas ketika saya berada disana semua sepertinya serba cepat. Orang-orang berjalan dengan cepat. Transportasi MRT juga cepat, seakan sengaja diciptakan untuk mengakomodir kebutuhan transportasi yang cepat.
Bersih dan Rapi. Jangan coba-coba deh bikin rusuh disini. Jangankan buang sampah sembarangan. Katanya meludah sembarangan juga bisa kena denda tinggi. Asiknya, jarang ada orang merokok disini. Iya, ini pendapat subyektif karena saya tidak suka asap rokok.
Konsumtif. Didesain untuk seperti itu mungkin yah. Yang jelas disini magnet untuk belanja ini itu rasanya besar banget. Kalau duit memadai sih no problemo. Bagi yang duitnya masih pas-pasan atau masih ada prioritas yang lebih penting, mungkin bisa menahan diri. Hahaha…
Well, itu aja sekilas cerita saya ketika mendapat kesempatan berkunjung ke Singapore. Next trip enaknya kemana? :D
Berlangganan Artikel via Email ! Anda akan mendapatkan update terbaru via email dengan memasukan alamat email anda pada kotak di bawah ini lalu tekan "Berlangganan".

An article by


hmmmm…seperti apa sekarang yach…aq sampai sana n puas jalan-2 n liat pertunjukannya thn 1997…jiah dah 15 th yg lalu..karena ada penghargaan dari kantor,,,.semoga berikutnya bisa ke sana lagi dg keluarga..aamiin…tentunya prioritas ke Makkah dulu…aamiin ya Rabb…:)
does icp recently posted..Akhirnya Ku Kembali ke Bisnis Online
@does icp, aamiin. Semoga berikutnya aku juga bisa ke tanah suci dulu…
Wah sekarang om Arief udah kurusan. Hahaha…
Mas Jamal recently posted..Barcelona vs Chelsea Buat Saya Geram!
@Mas Jamal, hahaha.. iya. Sekarang malah disaranin naikin berat badan lagi. :p
huaaa… aku pengeen banget kesana. i promise someday i’ll be there.
@agus siswoyo, bisa mas. Ke Singapore kan sekarang sudah tidak semahal dulu. Apalagi mas Agus sudah berkembang tuh, bisnisnya jasa penulisannya.