16
2012
Welcome Batam…
Seharusnya saya menuliskan ini sejak seminggu yang lalu, tepat di hari pertama saya menginjakkan kaki di Pulau Batam untuk yang pertama kalinya. Tentu saja dengan diliputi kecemasan sebagai orang baru, apalagi Batam dilihat dari letak geografisnya juga jauh dari tanah kelahiran saya, tanah jawa. Meskipun sempat tertunda dan membuat saya mendapatkan pelajaran mahal atas ketergesa-gesaan, pada akhirnya disini jua lah saya harus menapakkan karir selama setahun dalam program lanjutan Training Asisten Surveyor di lapangan.

Bandara Hang Nadim Batam
Hari-hari pertama di Batam, saya habiskan bersama-sama teman untuk mencari tempat tinggal yang nyaman sekaligus melengkapi “perlengkapan tempur” sebagai seorang surveyor klasifikasi. Kalau urusan tempat tinggal beres tentunya akan lebih tenang dalam bekerja. Sementara perlengkapan survey, bisa dilengkapi pelan-pelan. Jadilah 3 hari pertama di Batam saya dan teman-teman tidak terjun langsung ke lapangan. Beruntunglah salah satu Surveyor senior berbaik hati meminjamkan mobil dinasnya untuk melengkapi keperluan kami.
Alhamdulillah, dalam tiga hari kami semua bertujuh sudah mendapatkan semua yang dibutuhkan. Lokasi tempat tinggal kami terbilang sangat nyaman. Di Bumi Lancang Kuning, sebuah kawasan rumah susun yang ternyata dekat dengan kawasan Harbour Bay, salah satu pelabuhan penyeberangan ke Singapore. Pun dari kantor lokasinya tidak terlalu jauh juga, cukup 7 menit perjalanan dengan sepeda motor.
Beberapa hari berkeliling Batam baik untuk survey ataupun menghabiskan malam dari mall ke mall, ternyata Batam tidak sebesar yang dibayangkan. Apalagi jalannya terbilang lancar seperti bypass atau jalan tol. Pun jalanan utamanya mudah diingat dan sepertinya hanya ke situ-situ juga. Kata senior saya, “Sebentar saja, paling kalian akan hafal jalanan utama di Batam.”

Survey di Batam
Dari segi cuaca, rasanya Batam tidak jauh berbeda dengan Surabaya, meski sempat juga diguyur oleh hujan deras. Tapi saya pikir sepanas apapun sudah biasa bagi Surveyor. Ketika memeriksa konstruksi tangki kapal misalnya, suhu di dalam bisa seperti di oven. Jangan jadi surveyor kalau tidak tahan panas, hehehe… Meski akan ada sesinya juga berdingin-dingin di kantor sambil mengerjakan laporan survey.
Secara garis besar, bisa dibilang saya cocok dan bisa beradaptasi dengan cepat di Batam. Hanya satu saja yang agak mengganjal, yaitu biaya hidup yang cukup tinggi dan juga biaya transportasi bila ingin pulang ke Sidoarjo. Meski demikian, dimana pun kita berada sudah seyogyanya berusaha untuk beradaptasi dan kembali menikmati hidup. Saya jadi teringat puisi dari Imam Syafi’i yang cuplikannya ditulis dalam buku “Negeri 5 Menara”. Sebagai penutup, ini dia puisi beliau :
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuangAku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenangSinga jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaranJika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandangBijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
jika di dalam hutan.
Merantau lagi, merantau lagi. Hahaha…
Berlangganan Artikel via Email ! Anda akan mendapatkan update terbaru via email dengan memasukan alamat email anda pada kotak di bawah ini lalu tekan "Berlangganan".

An article by


Selamat ya rief, artinya officially masuk dalam lingkungan BKI. Jgn lupa dimana kaki berpijak, disitu langit dijunjung, pinter – pinterlah beradaptasi dengan masyarakat disana. Insya Allah bisa lebih cepet sukses di batam, Amin..
@Steven, iya mas. Ini juga berusaha beradaptasi dengan lingkungan. Baik orang-orangnya maupun “adat istiadatnya”. :)
Mantaaap.. Semoga sukses dan lancar!
Beruntung lho bisa tinggal di Batam. Paling tidak bisa buat cerita ke anak cucu, hehe….
Ditter recently posted..Selera Makan & Suasana Tempat Makan
@Ditter, amin… Hahaha… nantinya kayanya ga ke Batam aja.
[...] lebih cenderung forward dari blackberry messenger yang menurut saya bagus. Kesibukan kerjaan saya di Batam, membuat saya harus beradaptasi dengan cepat dan menyesuaikan ritme pekerjaan di [...]
Menarik sekali mas, jadi ingin datang berkunjung ke batam.
Foredi recently posted..Bisnis Obat Kuat Foredi Dari Rumah
@Foredi, main aja ke batam. Siapa tahu kita bisa ketemuan.
[...] 1 bulan 2 minggu bila dihitung sejak kedatangan saya pertama kali di Batam untuk menunaikan tugas dan training lanjutan di Kantor Cabang Utama Batam. Aktivitas kerja yang [...]
sukses bos.. thanks info na.. bersiap ke batam
@joko, come here. :D