Feb
1
2012

Pelajaran Mahal Atas Sebuah Ketergesa-gesaan

Beberapa teman di social media mungkin tahu, seharusnya hari ini saya sudah menginjakkan kaki di Batam Island. Bagaimana tidak, tertulis di tiket pesawat Lion Air saya penerbangan menuju batam pukul 09.10 WIB. Dan bukan hanya itu sebenarnya. Secara resmi pun sudah ada SK Direksi mengenai penempatan saya dan teman-teman, antara di Batam, Jakarta, Surabaya, dan Balikpapan.

Segala sesuatu yang tergesa-gesa memang tidak baik. Maunya murah, sekarang malah jadi lebih mahal. Memang benar SK sudah keluar terkait penempatan lokasi kerja kami. Namun, ternyata untuk pergi ke Kantor Cabang di daerah masing-masing tidak cukup hanya dengan SK penempatan semata. Masih ada sejumlah dokumen lainnya yang harus kami bawa sebagai pengantar ke Kantor Cabang masing-masing. Selama dokumen itu masih belum lengkap, kami tidak diperkenankan berangkat ke Cabang masing-masing dan tetap tinggal di Kantor Pusat.

Ketidaktahuan dan keinginan yang kuat untuk mendapatkan harga tiket pesawat yang murah, akhirnya menggoda ‘iman’ teman-teman untuk segera mengambil tindakan membeli tiket pesawat. Alasannya harga murah. Bisa selisih 300ribu bila pesan sekarang, daripada ketika beli di Bandara dan langsung berangkat. Apalagi ada SK penempatan. Seharusnya memangĀ  kami mengonsultasikannya terlebih dahulu kejelasan tentang dokumen-dokumen yang harus disiapkan untuk dibawa ke Kantor Cabang.

Awalnya ketika ada ajakan dari teman, saya sempat ragu. Kata hati mengatakan untuk sedikit sabar menunggu. Sekalipun kami terbang dengan harga tiket yang agak mahal, uang pindahan dan uang tiket perjalanan yang diberikan dari perusahaan pun sebenarnya jauh di atas semua biaya itu. Jadi sebenarnya tidak perlu ada yang dikhawatirkan.

Namun, karena teman-teman (khususnya yang berangkat ke Batam) sudah kelewat optimis dan memutuskan untuk membeli tiket, maka demi kebersamaan saya pun akhirnya ikut mengiyakan dan membeli juga. Seperti yang saya ceritakan di atas, penerbangannya harusnya pagi ini.

Karena sejak 3 hari yang lalu tiket sudah di tangan, maka praktis kami mengganggap hari Rabu ini sudah akan berada di Kantor Cabang Batam. Oleh karena itu, barang-barang pun langsung dikirimkan dengan alamat Kantor Batam. Hingga akhirnya berita yang cukup menyentak itu datang kemari sore.

Setelah kemarin siangnya berkonsultasi lebih lanjut, terkait pencairan dana untuk biaya pindahan dan juga transportasi ke Kantor Cabang masing-masing, akhirnya dari pihak Personalia meminta kami untuk menunda keberangkatan. Alasannya memang masuk akal (dan kami yang salah memang), yaitu :

  • Beberapa dokumen yang harus kami bawa (selain SK pengangkatan pegawai dan SK penempatan) belum lengkap.
  • Dana kompensasi untuk pindahan barang, transportasi, tempat tinggal, dll belum bisa cair.
  • Ada perubahan komposisi dan lokasi penempatan di Kantor Cabang.

Alasan yang ke-3 ini sebenarnya yang menjadi ujung pangkal semua perubahan yang terjadi. Kata pihak personalia, belum pernah terjadi seperti ini. Perubahan terpaksa dilakukan mengingat ada dua orang dari 18 orang yang akan terjun ke lapangan ditarik menjadi technical staff di Kantor Pusat. Maka berubahlah semua rencana yang sudah disusun sejak awal.

Saya pribadi melakukan kesalahan yang agak fatal. Selain pembelian tiket, ada 5 kardus barang yang sudah saya kirimkan ke Batam terlebih dahulu. Iya kalau pada akhirnya tetap pergi ke Batam, bila ternyata penempatan saya berubah tempatnya? Extra cost lagi bukan untuk mengirimkan kembali barang sekian banyak dan berat yang sudah terlanjur ke Batam.

Di sisi lain, saya jadi berpikir. Mungkinkah ini celah untuk terjadinya miracle. Sekilas info saja, sejak awal saya berharap penempatan nanti di Surabaya agar dekat dengan keluarga. Minimal di Jakarta lah, masih jauh lebih dekat daripada di Batam. Walaupun ujung-ujungnya nanti saya juga akan keliling di kantor cabang yang tersebar di penjuru Indonesia. Mungkin ini menjadi jawaban atas harapan itu. Mungkin juga hanya sekedar penundaan agar sesuatu yang kurang baik tidak terjadi. Hmmm… jadi ingat kejadian back from the air kapan hari itu.

Entahlah, yang jelas masih ada secercah harapan untuk ditempatkan di Surabaya atau Jakarta. Wallahu’alam. Saya hanya berharap Allah memberikan yang terbaik saja, dimana pun nanti saya berada. Tapi berharap, tentu boleh dong. Hehehe… Dan ini juga menjadi pelajaran penting buat saya. Tergesa-gesa itu tidak baik. :)

Tiket Lion Air

Tiket Lion Air

 

 

 

 

About the Author: Arief Maulana

Just a simple writer. Menulis apa adanya, tanpa paksaan atau tekanan dari pihak manapun. Butuh tulisan yang lebih berbobot? Langsung dah ke www.AriefMaulana.com.

3 Comments + Add Comment

  • Saya menjadi teringat SMS sahabat saya mas Arief, persis ulang tahun saya beberapa waktu yang lampau :

    “Irama hidup bagaikan saat kita membaca Al Qur’an. Kadang harus berdengung, kadang harus berhenti atau yang lain. Yang penting JANGAN TERGESA-GESA”

    itu kata dia..hehe, mengingatkan saya yang seringkali tergesa-gesa, memaksakan apa yang mungkin sejatinya memang di tetapkan Tuhan belum bisa saya capai.

    Senang bisa berkunjung ke blog mas Arief, ternyata ada yang [dot]net ya…dulu saya mengenal anda yg [dot]com . Mengenal anda di dunia internet marketing. Tetapi, sepertinya anda lebih sukses dengan IM. Mungkin, saya masih terlalu “tergesa-gesa” mas…hehehe

    Salam hangat mas dari Yogyakarta, Baarokallohufik.
    Ferdian Adi recently posted..GOOD MORNING SIR! THIS IS 2:00 P.MMy Profile

    • @Ferdian Adi, iya aku sekarang emang mengelola 2 blog mas. Yg AM.com untuk segmentasi tertentu. Kalau yg .net untuk tulisan lepas di luar themes.

  • [...] jauh dari tanah kelahiran saya, tanah jawa. Meskipun sempat tertunda dan membuat saya mendapatkan pelajaran mahal atas ketergesa-gesaan, pada akhirnya disini jua lah saya harus menapakkan karir selama setahun dalam program lanjutan [...]

Leave a comment

CommentLuv badge

Berlangganan Artikel

Daftar Email Anda Disini:

Delivered by FeedBurner

Healthy Life

Program Diet Sehat

Random Posts