22
2012
Back From The Air
Waktu menunjukkan pukul 16.00. Senang rasanya kalau bisa on time dan check in lebih awal. Saya dapat duduk di kursi yang deretan depan, meskipun tidak di samping jendela langsung. Konon katanya, makin terakhir kita datang check in makin belakang pula deretan kursi tempat kita duduk. Lain halnya dengan Citilink yang bisa memilih duduk di seat mana sejak awal booking.
Sore ini saya memang izin pulang lebih awal dari kantor agar bisa tiba di Bandara Soekarno Hatta tepat waktu. Saya tidak akan berspekulasi berangkat mepet-mepet. Apalagi ini hari Jum’at, yang katanya menjadi “neraka” bagi orang Jakarta karena macet selepas office hour benar-benar bikin stres.
Di tiket yang saya pegang, jadwal take off pesawat adalah pukul 16.40. Saya menggunakan pesawat Batavia Air. Ya, ini satu-satunya maskapai yang harganya masih murah. Yang lain sudah melejit harganya karena memang waktu kepulangan saya bertepatan dengan long weekend. Harapan saya, semoga tidak delay. Andai harus delay pun, jangan terlalu lama. Lagi-lagi saya terbayang Citilink yang hampir tidak pernah delay. Apa mungkin karena under management Garuda Airlines kali ya.
Sambil menunggu, saya mencoba menghabiskan waktu dengan membaca koran Sindo yang sempat saya beli ketika di Terminal Priok, sebelum berangkat ke Bandara dengan Bis Bandara (Damri). Tidak banyak berita yang menarik. Hanya wacana seputar kenaikan BBM dan juga ringkasan 8 poin bagaimana seorang leader bisa mengembangkan kreativitas timnya. Sempat saya share juga di twitter.

Executive Lounge Soekarno Hatta Airport
Jam tangan sudah menunjukkan pukul 16.45. Sebuah pengumuman mengabarkan bahwa penumpang Batavia Air sudah bisa boarding ke pesawat. Sayang, itu bukan pesawat saya melainkan pesawat yang menuju ke Batam. Ah, delay nampaknya. Dan benar saja, pukul 16.55 diberitahukan bahwa penerbangan saya di delay selama 30 menit untuk pemeriksaan lebih lanjut pada pesawat. Hmmm… pemeriksaan lebih lanjut. “Ada apa dengan pesawatnya?” tanya saya.
Tidak sampai 30 menit, panggilan untuk boarding pun terdengar. Saya hanya bisa berharap, semuanya akan baik-baik saja dan perjalanan lancar. Tidak sabar rasanya ingin segera tiba di Sidoarjo dan berkumpul lagi dengan keluarga, sebelum saya harus merantau lebih jauh lagi ke Batam karena tuntutan profesi. Sebagaimana kebiasaan saya, begitu akan naik pesawat, saya kabari orang rumah. Dengan begitu mereka bisa memperkirakan jam berapa harus tiba di Bandara Juanda untuk menjemput saya.
Semua baik-baik saja di awal. Saya sempat membuka beberapa percakapan dengan orang di kiri dan kanan saya. Hanya AC-nya saja yang tidak dingin, sampai penumpang di deretan seat sebelah ngomel-ngomel karena kepanasan. Membuat suasana semakin sumpek.
Gara-gara pagi hari saya sudah minum NRG Herbalife, saya masih merasa penuh energi sampai sore itu. Sementara penumpang lainnya tidur, saya tetep terjaga. Daripada ngga jelas, saya memilih membaca buku Marketing Plan Herbalife. Waktu luang, harus dimaksimalkan. Hehehe…
Kurang lebih 30 menit kemudian, pesawat seperti mengalami guncangan. Tidak lama kemudian, melalui pengeras suara pilot memberitahukan bahwa pesawat tiba-tiba mengalami gangguan teknis. Disamping itu cuaca juga sedang buruk. Pilot tidak berani melanjutkan perjalanan dan memutuskan untuk kembali ke Bandara Soekarno Hatta, sekalipun kami sudah separuh perjalanan ke Surabaya.

Air Turbulence
DEG… Pesawat ini benar-benar bermasalah. Saya hanya berpikir dan berdoa mudah-mudahan masih diberi keselamatan hingga pesawat bisa mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Saya tidak peduli dengan orang-orang yang kemudian mengeluh dan ngomel sebagai bentuk protes. Pokoknya yang penting selamat kembali ke darat dulu. Urusan penerbangan jadi tertunda, tidak apalah daripada ada apa-apa.
Dengan penuh guncangan demi guncangan, pesawat pun bisa kembali dengan selamat ke Bandara Soekarno Hatta. Alhamdulillah…
Saya pun menelpon kembali keluarga di Sidoarjo. Mengabarkan bahwa kedatangan saya tertunda agak lama karena kejadian ini. Kami terpaksa harus ganti pesawat. Untunglah ada pesawat Batavia Air yang standby di hanggar. Pihak management meminta kesabaran penumpang untuk menunggu 45 menit dulu dalam rangka mempersiapkan pesawat.
Saya berusaha untuk mengendalikan emosi. Sudah bagus bisa kembali dengan selamat. Bagaimana bila perjalanan tadi dipaksakan dan terjadi sesuatu. Siapa yang tahu. Saya pikir, Allah sudah mengatur semuanya dengan sempurna. Selalu ada hikmah dan kebaikan dibalik suatu kejadian.
Kalau pun kita mau protes karena lelah dsb, saya yakin crew pesawat lebih lelah lagi. Masih harus bertugas, melayani penumpang yang cerewet, dsb. Justru mestinya saya berterima kasih kepada mereka. Di sisi lain, hikmah keterlambatan saya adalah adik yang menunggu di Bandara Juanda jadi bisa bertemu dengan recruiter perusahaan Grasindo yang tempo hari menginterview dia. Membangun relasi dan kedekatan disana.
Perjalanan kedua saya ke Sidoarjo dengan pesawat yang baru ini alhamdulillah berjalan lancar. Saya tiba di Bandara Juanda pukul 21.30. Senang rasanya bisa bertemu kembali dengan keluarga. Selepas dari bandara kami pun makan bersama di Rawon Gajahmada Sidoarjo. Nikmat sekali rasanya.
Sekilas saya jadi ingat film “Up In The Air”. Mirip aja sih dengan judulnya, kisah saya mungkin tertulis… “Back From The Air“. Good morning everyone, have you had your shake today? *eaaa, ngebrand terus*
Berlangganan Artikel via Email ! Anda akan mendapatkan update terbaru via email dengan memasukan alamat email anda pada kotak di bawah ini lalu tekan "Berlangganan".

An article by

gambar turbulence nya ngambil punya siapa mas? awas kena SOPA wkwkwkw… wah pengalaman yang menegangkan ya… pasti berasa dikocok-kocok di udara :)) jadi dobel shake deh
mashengky recently posted..Belajar Bisnis Untuk Anak
@ mashengky, makanya ga aku save and upload mas. Langsung ambil dari link web ybs. Jadi bisa di track image sourcenya kemana.
Arief Maulana recently posted..Belajar Menjual Dari Sales Mobil Mewah
Wuihhh… pasti tegang banget, ya. Syukur Alhamdulillah masih diberi keselamatan….
Ditter recently posted..7 Manfaat Dongeng Sebelum Tidur (Bagian 2)
@Ditter, banget. Alhamdulillah deh, walaupun ketunda jadinya kepulangan ke rumah
Arief Maulana recently posted..Belajar Menjual Dari Sales Mobil Mewah
bacanya aja tegang … hehe
ratna recently posted..Wujudkan Mimpimu
@Ratna, apalagi yg ngalamin. Huehuehue
Arief Maulana recently posted..Belajar Menjual Dari Sales Mobil Mewah
[...] sekedar penundaan agar sesuatu yang kurang baik tidak terjadi. Hmmm… jadi ingat kejadian back from the air kapan hari [...]