15
2011
Broadcast Massal Belum Tentu SPAM
Alanda Kariza
Berawal dari sebuah tweet milik @AlandaKariza, saya jadi ingin menulis tentang “hukum” broadcast massal yang dewasa ini sering digunakan oleh banyak pihak untuk promosi.
Memang sih, dengan broadcast massal kita mendapatkan kemudahan. Sekali kirim, puluhan, ratusan, bahkan ribuan orang bisa menerima informasi yang sama. Namun kemudian timbul pertanyaan, apakah bila kita ngebroadcast informasi secara massal, baik itu melalui email, Blackberry Messenger, SMS atau media apapun bisa langsung dikategorikan SPAM?
Mari kita lihat definisi SPAM menurut wikipedia :
Spam atau bisa juga berbentuk junk mail adalah penyalahgunaan sistem pesan elektronik (termasuk media penyiaran dan sistem pengiriman digital) untuk mengirim berita iklan dan keperluan lainnya secara massal.
Umumnya, spam menampilkan berita secara bertubi-tubi tanpa diminta dan sering kali tidak dikehendaki oleh penerimanya.
Pada akhirnya, spam dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengguna situs web. Orang yang menciptakan spam elektronik disebut spammers.
TIDAK DIKEHENDAKI
Poin utamanya adalah berita yang tidak dikehendaki.
Coba kita lihat pada email massal. Email massal yang dikirimkan oleh seseorang bisa dibilang SPAM apabila kita tidak merasa meminta informasi dari si pengirim. Tahu-tahu kita di-cc pada list tujuan kemana email dikirimkan.
Apakah ada email massal yang legal dan bukan SPAM? ADA

profesional spammer
Contohnya email massal yang dikirimkan melalui media autoresponder. Autoresponder bekerja mengirimkan email massal secara personal HANYA pada mereka yang mendaftarkan diri melalui form opt-in.
Artinya apa, pihak pendaftar sudah tahu konsekuensinya. Ketika mereka mendaftarkan diri itu artinya mereka siap atau berharap menerima informasi dari pihak pengirim email massal. Toh bila mereka sudah tidak ingin menerima infomasi lagi, mereka bisa berhenti dengan mengklik “UNSUBSCRIBE”.
Tidak ada paksaan bukan, harus bergabung atau keluar dari sebuah list autoresponder.
Sama seperti twitter. Apakah kemudian kalau orang yang kita follow ngetweet iklan terus setiap waktu itu artinya kita di-SPAM? Tidak. Karena kita memfollow mereka juga tidak ada paksaan. Kecuali bila kemudian kita dimention dalam setiap iklan mereka. Itu baru SPAM.
BISA BERHENTI KAPANPUN
Bisa dibilang tidak SPAM bila kita bisa berhenti menerima informasi yang dikirimkan kapanpun kita mau. Baik itu melalui sistem ataupun hanya melalui teguran personal.
Di autoresponder seperti saya bilang, ada button unsubscribe. Di twitter, kita bisa unfollow kapanpun kita mau. Di Blackbery Messenger, bila mau berhenti dapet BM ya tinggal delete yang bersangkutan dari list kontak kita.
Yang SPAM adalah bila kita sudah koar-koar sampai dunia kiamat, tapi tidak berhenti dikirimi informasi sampah oleh si pengirim. Nah, itu baru SPAM.
INFORMASI BERMANFAAT
Sekalipun tidak join dalam milist ataupun memfollow seseorang, asalkan informasi yang dikirimkan bermanfaat dan bukan iklan semata, saya terima dan tidak menganggap itu sebagai SPAM.
Jadi bagi Anda yang suka broadcast dan isinya iklan terus, tidak memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi penerimanya, itulah yang dinamakan SPAM.
Lain halnya bila kemudian si penerima yang meminta Anda untuk mengirimkan informasi atau iklan ketika ada promo dari produk yang Anda jual.
Saya pun jarang mengirimkan broadcast sampah. Melalui autoresponder, biasanya saya kirimkan informasi update blog ataupun promosi tertentu. Andaikata saya mau beriklan terus pun tidak masalah. Kenapa? Karena yang join di list autoresponder saya adalah dengan sukarela, tanpa paksaan, dan atas keinginan mereka sendiri.
Begitu juga dengan BBM. Paling-paling informasi kesehatan yang saya kirimkan. Dan itu tentu saja berguna, bukan?

useful information
BERTAUBATLAH WAHAI PARA SPAMMER
Pesan saya yang terakhir bagi para Spammer, bertaubatlah. Tindakan spam yang kalian lakukan tidak akan membawa keuntungan apa-apa. Yang ada Anda malah semakin dibenci oleh penerima.
Dan… bagi para penerima yang suka ngamuk-ngamuk dikirimi SPAM, coba periksa lagi. Jangan-jangan bukan spam, melainkan karena Anda mendaftarkan diri pada suatu milis atau group sementara Anda sudah lupa. Coba kontak si pengirim berita spam dan ingatkan mereka.
Baeklah kalau begitu, saya cukupkan saja cuap-cuap soal spam ini. Jangan nyepam lagi yah :p
Berlangganan Artikel via Email ! Anda akan mendapatkan update terbaru via email dengan memasukan alamat email anda pada kotak di bawah ini lalu tekan "Berlangganan".

An article by

mantap man…
Coba ini bisa sebarin kepada kawan2 kita agar mau sadar diri…
bisa dishare ini tulisan. biar temen-temen mendapatkan “pencerahan”
Arief Maulana recently posted..The Miracle Of Giving
jadii… harus tunggu kiamat dulu baru tau kalo kita dikirimi SPAM? :D
peace ah
Hahaha…. besok kiamat, ini malem tetep retail & rekrut… *kata uplen*
Arief Maulana recently posted..The Miracle Of Giving
spam adalah hal yang paling saya benci di dunia internet dan komunikasi.. bikin kesel …
salam blogwalking
jimmy bonang recently posted..Ipad 3 Hadir Dibulan Maret Tahun 2012
Sama pak. Makanya SPAM-nya pake etika. Hihihi
Arief Maulana recently posted..The Miracle Of Giving
boleh jg nih,takut di bilang spammers karna nyebarin beberapa iklan,bisa tolong di bantu menyebar iklan saya….hehehehehhe
Saya nyebar iklan lewat autoresponder. Jadi aman… Hahaha
Arief Maulana recently posted..The Miracle Of Giving
wah saya harus menghindari diri dari perbuatan nyepam neh….
nice posting!!
uzanks recently posted..Ebook Karya Mahasiswa Ilkom Unlam
Good
Biasanya saya nggak terlalu ambil pusing kalau dapet spam. Kalau di e-mail, paling2 spam itu masuk folder SPAM. Kalau ada yg lolos, tinggal saya delete aja, hehe….
Ditter recently posted..Orang Mbeling
hidup emang sudah rumit dan bikin pusing. Jadi ga perlu dibikin ribet. Hahaha
Arief Maulana recently posted..The Miracle Of Giving