Jul
23
2011

Sedekah Tidak Harus Ikhlas

Kalian punya twitter? Sudah pernah follow @pecintasedekah belum. Kalau belum coba follow deh, biar nampol dan melekat di hati itu tweet-tweetnya tentang sedekah. Keren dan suka mengguncang realita berpikir kita. Apalagi yang suka pakai alesan, “biar sedikit yang penting ikhlas“.

Dulu saya juga punya pemikiran yang sama. Sedekah itu tidak apa-apa sedikit, yang penting ikhlas. Sampai akhirnya ketemu juga dengan rangkaian tweet yang intinya adalah :

Kalau bisa sedekah banyak dan ikhlas, kenapa membatasi diri dengan sedekah kecil-kecilan?

Saya pikir ada benarnya juga. Semakin sering kita ngucapin “biar sedikit yang penting ikhlas”, kita ngga bakal beranjak dari posisi semula yang cuma bisa ikhlas kalau sedekah dalam jumlah kecil. Padahal keutamaan sedekah itu banyak banget loh. Coba baca buku 7 Keajaiban Rezeki! Saya juga sering di sesi sharing dengan teman-teman, banyak yang memberikan kesaksian buah berkah dari sedekah ini. Bahkan teman dekat saya malah cerita, kalau banyak dreamnya tahun ini terwujud sejak dia sering sedekah.

Sedekah

Sedekah

Sedekah itu tidak harus ikhlas. Itu yang sering dilontarkan oleh @pecintasedekah. Kalau menunggu untuk ikhlas, bisa-bisa kita malah tidak bersedekah sama sekali. Justru karena belum bisa ikhlas, ya sering-seringlah sedekah. Belum ikhlas karena belum terbiasa dan masih perhitungan biasanya. Yang dipake tentu saja otak logika, padahal Tuhan kalau memberi nikmat ngga hitung-hitungan. Yang disedekahkan dikit aja baliknya bisa banyak, apalagi kalau sedekahnya banyak.

Kalau mau dianalogikan sama saja dengan shalat. Kita diperintahkan untuk khusyu dalam melaksanakan ibadah shalat. Lantas, kalau belum bisa khusyu apa terus tidak shalat? Tentu tidak toh. Malah kalau bisa rajin shalatnya sambil berusaha khusyu. Sama saja dengan sedekah atau ibadah-badah yang lainnya. Kalau menunggu ikhlas dulu, bisa-bisa keburu dijemput sama Izrail sementara belum banyak amal ibadah yang dilakukan.

Bicara soal ikhlas tidak akan ada habisnya. Belajar ikhlas rasanya seumur hidup. Saya jadi ingat pesan nenek saya,

“Ikhlas itu harus diminta dalam setiap doa. Ikhlas itu sulit, hanya mereka yang mendapatkah hidayah dan rahmat dari Allah yang bisa ikhlas dalam setiap ibadah. Maka dari itu mintalah kepada Allah agar bisa diberi keikhlasan dalam setiap ibadah.”

Tapi ya gitu, sebelum rasa ikhlas itu datang jangan mengurangi porsi ibadah. Kalau bisa ditingkatkan. Barangkali dengan jalan seperti itu keikhlasan bisa datang. Selebihnya silahkan belajar tentang ikhlas, khususnya dalam hal sedekah, pada Pecinta Sedekah. Slogan “Makin Banyak Memberi, Makin Banyak Menerima” itu bukan bualan belaka. Itu nyata!

Ps : Penulis juga masih belajar bagaimana caranya bisa ikhlas dalam setiap ibadah.

About the Author: Arief Maulana

Just a simple writer. Menulis apa adanya, tanpa paksaan atau tekanan dari pihak manapun. Butuh tulisan yang lebih berbobot? Langsung dah ke www.AriefMaulana.com.

46 Comments + Add Comment

  • wah, keren sekali mas.

  • kalau tidak ikhlas kan tidak diterima Allah Ta’ala, karena syarat ibadah itu kan salahsatunya ikhlas

    • @Abu Syifa, terus kalau belum bisa ikhlas apa lantas tidak beribadah sama sekali?

  • ikhlas itu karena Alloh. ikhlas itu tidak sama dengan tidak mengharapkan imbalan apapun. karena Alloh sendiri “ngabibita” (mengimingi-imingi), dalam Al-Qur’an atau hadits, setiap amal dengan balasan didunia langsung maupun di akhirat kelak. asal tahu dasar ilmunya maka ikhlas tidak sama dengan tanpa pamrih. maka bagaimanapun juga segala ibadah HARUS IKHLAS tak terkecuali sedekah.

    • @bunyamin, benar pak. Ujung-ujungnya kita memang harus ikhlas dalam beribadah tak terkecuali sedekah. Namun dalam proses belajar ikhlas, apa lantas kita tidak melakukan ibadahnya sama sekali? Tentu tidak. Itulah kenapa saya tuliskan bahwa sedekah tidak harus ikhlas. Itu awalnya, sembari membentuk kebiasaan biar ke belakangnya bisa lebih ikhlas.

  • Tulisan yg bermanfaat thanks yaaa :)

  • tx pak boss…

  • saya setuju bahwa ikhlas adalah rahmat Allah. Jadi sambil beramal ( sedekah dll ) kita juga diajarkan untuk minta “ikhlas” kepada Allah. Contoh : Ya Allah berilah kami rasa ikhlas dalam setiap amal dunia dan akherat. Jadi beramallah terus dan juga mintalah kepada Allah ikhlas yang hakiki. Insya Allah.

    • @Mukti Effendi, doanya serupa dengan yang diajarkan oleh nenek saya Pak Mukti. :)

  • mantap…

  • setiap ibadah harus disertai dg ikhlas…kalau tidak akan menjadi sia-sia..

  • iklas adalah urusan manusia dengan tuhan, ketika seseorang sedekah ke orang yg membutuhkan, paling tidak orang tersebut sudah membantu meringankan beban hidup orang yg diberi sedekah, urusan apakah orang yg sedekah tadi iklas dan kemudian dapat pahala dari allah itu urusan allah.

    parameter iklaspun cukup rumit, hanya allah yg bisa mementukannya apa orang itu iklah atau tidak, belom tentu sedekah sedikit sudah iklas tapi belom tentu yg banyak juga dak iklas, yg sembunyi-sembunyi pun juga belom tentu iklas, dan yg terang terangan pun belom tentu tidak iklas, apakah orang yg sedekah kemudian mengharap pahala dari allah itu disebut iklas? bagaimana dengan orang yg bersedekah hanya untuk menolong atau membantu seseorang itu saja, urusan mau dapat pahala atau dapat adzab karena sedekah itu terserah?

    “KALAU KALIAN PUNYA, BANTULAH ORANG YG MEMBUTUHKAN, MESKIPUN DENGAN BERAT HATI (TIDAK IKLAS), TAPI ALANGKAH BAIKNYA TANPA BERAT HATI, DENGAN BANTUANMU ITU KAU TELAH MERINGANKAN BEBAN HIDUP SESEORANG”

    mungkin itu pesan yg pengen disampaikan tulisan tersebut…wallahu a’lam bishshawab……

    • @jitak, benar pak. Apa yang saya maksud dalam tulisan di atas kurang lebihnya senada dengan komentar bapak :

      Kalau kalian punya, bantulah orang yang membutuhkan, meskipun dengan berat hari (tidak ikhlas). Tapi alangkah baiknya tanpa berat hati. Dengan bantuanmu itu kau telah meringankan beban hidup seseorang.

  • ikhlas adalah sesuatu yang dikerjakan karena ALLAH.
    TIDAK iNGIN DiPUJi
    TIDAK iNGiN DiLiHAT
    TIDAK iNGiN DiSANJUNG
    TIDAK iNGiN DiDENGAR
    TIDAK iNGiN PAMRIH DARI SEDEKAH ITU
    TIDAK iNGiN DiSEBUT SEBUT…

    TAKUT KALAU DIPUJI DAN DISANJUNG2
    TAKUT KALAU KETAUAN KELIATAN SAAT MEMBERI
    TAKUT KALAU SEDEKAHnyA JADI OMONGAN ORANG LAIN
    TAKUT KALAU TERNYATA PEMBERIANNYA ITU TERNYATA BUKAN KARENA ALLAH,
    TAPI KARENA kASiAN, nGGAk ENAK KALO NGGAK NGASIH (ADA MERTUA)

    SILAHKAN DEH KALO ADA YANG PENGEN NAMBAHiN….. CEGLUK.. GITU AJA DAH

    • Benar sekali. Justru dikerjakan karena Allah, harusnya kita melakukan yang terbaik. mempersembahkan yang terbaik. Dan kalau sedekah, sebisa mungkin besar. Bukan begitu? :D
      Arief Maulana recently posted..The Miracle Of GivingMy Profile

  • masuk akal. Trims sharingnya

  • tp klu dalam islam,yg sy tau ,bukan jumlah a ,..tp niat a,..
    Nah,klu pun sdkh a kecil,..tp dgn niat yg tulus,insy Allah akan d berikan balasan(pahala)…
    Beda dgn zakat,kluzakat d iukur dgn nilai(nisab)..

    • @Riski, lebih baik mana mas, kalau niatnya tulus tapi nominalnya juga besar dengan niat tulus nominal kecil?

  • ati-ati kalo nulis… Bisa menjerumuskan mereka yg masih awam atau belup begitu dalam pemahamannya dlm agama… Baca judulnya saja sudah membuat pertanyaan besar, kmu paham tidak sebener e ? Kalau mau nulis ky gn, mungkin lebih baik d diary mu, biar tdk ada yg tau dan tdk menjerumuskan yg lain…

    • @Aku, Halo, sayang sekali yah komentarnya ga pake nama sebenarnya. Kan enak kalau bisa diskusi tanpa saling menutupi identitas.

      ati-ati kalo nulis… Bisa menjerumuskan mereka yg masih awam atau belup begitu dalam pemahamannya dlm agama

      Justru inginku menjerumuskan mereka biar bisa IKHLAS BERSEDEKAH dalam JUMLAH BESAR. Karena emang manfaatnya luar biasa. Kalau bisa mengajak kepada hal yang lebih baik, kenapa tidak. Makanya di awal tulisan juga kureferensikan web yang bisa lebih jelas dan detail membahas soal ini.

      Baca judulnya saja sudah membuat pertanyaan besar

      Sengaja aku pilih judul tersebut. Toh yang tertarik akan langsung meneruskan membaca. Sementara yang egonya tinggi dan tidak open mind ya akan cuek dan langsung close web ini.

      kmu paham tidak sebener e ? Kalau mau nulis ky gn, mungkin lebih baik d diary mu, biar tdk ada yg tau dan tdk menjerumuskan yg lain

      Paham banget dengan semua konsekuensi ini. Dan seperti yang aku bilang di atas. Niatku bisa ngajak orang untuk lebih ikhlas lagi bersedekah, terutama dalam jumlah besar. Menjerumuskan ke dalam kebaikan? Kenapa tidak.

      Salam kenal Mbak Annisa :2thumbup

  • saya sgt setuju..karena ikhlas dtg tidak serta merta dr langit..perlu kebiasaan dan dibiasakan…ikhlas nggak bisa didefinisikan menyangkut hubungan dng allah…jgn dng dalih ikhlas menghalangi kita untuk sedekah…

    • Sayangnya kita sering menjadikan alasan “asal ikhlas” untuk berbuat sekedarnya, bukan berbuat yang terbaik.
      Arief Maulana recently posted..The Miracle Of GivingMy Profile

  • Emang benar kyknya. Jangan menunggu ikhlas kalau mau sedekah. Sedekah terus-menerus akan mengajarkan kita u/ ikhlas. Sama seperti eorang yg sering-sering kehilangan uang, kalau ga mau ikhlas ya bisa “gila” :D

    Juga berlaku bagi wanita muslim, tidak perlu menunggu taat 100% untuk pakai jilbab, atau seorang yang mau bahagia jangan tunggu sukses dan tajir dulu.

    Semoga Allah SWT memberi kita semua hidayah untuk mencapai keikhlas yang sempurna. AMIN.

    Nice post mas arief :)

    • @nm iqbal, betul mas. Setuju juga dengan perihal jilbab. Banyak yang bilang menunggu hidayah untuk bisa berjilbab. Di sisi lain, aku diajarkan kalau hidayah itu harus diminta bukan ditunggu. Pakai dulu lah jilbabnya. Siapa tahu dengan memakai jilbab, bisa lebih taat karena ada rasa malu akibat ketidak sesuaian jilbab dengan perilaku.

  • Sorry kalo krg setuju. Bagi saya sedekah itu harus ikhlas, kalo engga ikhlas mending ga perlu sedekah.
    Itu berarti bersedekahlah dgn hati yg rindu ingin memberi, bukan karena terbiasa.
    Bahkan ketika sedekah udah menjadi kebiasaan anda, maka ubahlah itu, jadikan hati anda memang rindu ingin memberi. Sesuatu yg dilakukan karena terbiasa itu tidak lebih baik.

    • @just4Ink, santai aja, Sob. Berbeda pandangan dan pendapat itu tidak masalah.

      Bagi saya sedekah itu harus ikhlas, kalo engga ikhlas mending ga perlu sedekah

      Kalau belum bisa ikhlas, terus apa tidak bersedekah sama sekali. Wah sayang sekali kalau jalan pemikirannya demikian. Karena terlalu banyak keutamaan sedekah yang terlewatkan, termasuk dalam hal membuka pintu-pintu rezeki. Coba dibaca dulu buku, ”

      bersedekahlah dgn hati yg rindu ingin memberi, bukan karena terbiasa.

      Awalnya terbiasa, lama-lama jadi merindu kalau tidak memberi. Aku sudah buktikan ini sendiri. Makanya membangun kebiasaan di awal itu penting. Sama seperti shalat toh. Awalnya kita dibiasakan dulu sejak kecil. Setelah jadi kebiasaan, barulah belajar untuk menjadi khusyu.

  • Pesan yang saya tangkap dari tulisan ini adalah : bahwa dalam hal ibadah/berbuat baik ( bukan hanya sedekah ) kita harus memulainya dari saat sekarang juga, jangan menunda/menunggu nanti. Ibadah/hal baik yang bisa kita lakukan sekarang maka lakukanlah sekarang juga..

    • @Rico, Benar sekali mas Rico. Jangan sampai hanya karena perkara ikhlas ngga, ntar diliat orang apa tidak, dll, eh kebaikan yang mestinya kita lakukan malah tidak jadi dilakukan.

  • Setiap orang mempunyai penilaian dan pemikiran sendiri, biarkan saja, saya gak mau peduli, dan saya sangat sangat sangat setuju dngan artikel tsb..

  • Betul sekali,awalnya tidak ikhlas lama2 jadi terbiasa,saya sudah membuktikan sendiri dulu memasukkan uang 100ribuan ke kotak masjid terasa berat sekali,setelah melakukan bebrapa kali jadi tidak enak sedekah cuman seribu….ayo siapa yang mau coba!

  • Salam dari Malaysia…Kebetulan ternampak blog saudara dan kebetulan berkenaan dengan topik yang baru saya karang kan.sangat menarik dan agak sama pandangan kita. Terima kasih untuk pandangan yang bagus. Salam.

  • mas arief, ikhlas dlm ibadah tu artinya “dilakukan krn Allah”. Ibadah trmsuk sdkah hrus ikhlas. bgmn mgkin mndpat keutamaan2 jk sdkhnya tdk ikhlas (tdk dlakukn krn Allah).

    Diriwayatkan dari Imam Waki dari Sufyan Tsaur dan dari seorang sahabat dari Mujahid,Katanya : Seorang menghadap nabi SAW dan berkata: Ya Rasul bahwasanya aku bersedekah karena allah tetapi aku juga senang dipuji orang ( bahwa aku orang baik yang suka beramal)
    lalu turunlah ayat :
    “Barangsapa takut kepada Tuhannya dan mengharap pahala dariNYA, maka lakukanlah amal baik dengan penuh ikhlas, jangan mempersekutukan seorangpun dalam beribadah (beramal) kepada Tuhannya”
    (Al Kahfi:110)

    Permasalahannya, apakah sedekah hrs “menunggu” utk ikhlas? Sy kira bkn bgtu pola pikirnya. Ikhlas itu mslh niat, tdk hrs mnunggu, krn niat yg ikhlas hrs qt upayakan setiap qt beramal. Lebih baik sedikit tp ikhlas kmdian smkin brtmbah bnyak & tetap ikhlas (insyaAllah brtmbh bnyak, itu slh 1 keutamaan ikhlas brsedekah). Drpd bnyak tp blm ikhlas & tdk ad yg mnjamin lama klamaan jd ikhlas.
    Jd mhon jdulnya tdk sprti itu. krn ikhlas itu adl slh 1 syarat dtrimanya amal (syarat : khlas&ssuai syariat).
    wallahua’lam

    • Terima kasih untuk tambahannya.
      Judul saya biarkan demikian untuk sebagai “Eye Catching” dulu untuk menarik perhatian. begitu orang sudah membaca, baru edukasinya masuk pelan-pelan.
      Arief Maulana recently posted..The Miracle Of GivingMy Profile

  • mantabs mas…saya udah baca 7 keajaiban rezeki nya mas ippho…
    rasanya tdk ada yg salah dengan tulisan mas…..
    Bismillah maju trus….!!

    Salam..

  • intinya smua orng sudah bnyak yg tau makna dan manfaat sedekah tp toh kenyataannya smua orang itu tidak memperaktekannya !! mngapa ini terjadi??
    seandainya smua orng sadar akan semua ini mungkin indonesia akan mnjadi indonesia yg makmur..

  • Keren ban get!!!!!!!!! Bener banget tu, dari jaman dulu sampai hari ini prinsip yang saya pegang ” biar sedikit yang penting ikhlas “. Dan setelah saya baca ini…. Kayaknya prinsip lama bakal saya rubah.

  • Betul juga sob…mantap, Dan saya paham maksudnya dari artikel ini. jadi selama ini kita sodakoh yang penting ikhlas nah dari sini pasti orang akan bersodakoh sedikit tapi kan ikhlas nah, maksud dari artikel ini kita shodakoh kalau bisa banyak kenapa sedikit tapi tetap ikhlas.

  • Waaaah,… seeep! Ijin share di FB boleh yaaaa… :)

    • @Ryn, boleh. Tapi tolong cantumin link asli sebagai sumbernya ke blog ini ya. Thanx

  • mantab bro..
    lanjutkan :) :)

  • :2thumbup :2thumbup

  • dari semua yg komen disini 80% adalah setuju dengan pemikiran mas arif…saya cuma pake logika aja,itu semua barang2 yang kita punya atau semua uang kita di dompet ato di rekening kita IKHLAS NGGA IKHLAS tetep pindah tangan…PASTI…jd menurut saya sedekah ikhlas ngga ikhlas ya tetap aja ngga masalah…

  • Banyak orang BERKOAR tentang sedekah dgn jumlah banyak… Benarkah itu ? Yah …memang ada orang2 sprti itu…. Tapi dari jumlah penduduk yg ratusan juta di Indonesia ini… hanya sebagian kecil…. paling hanya 2 atw 3 persen saja dari jumlah seluruh penduduk Indonesia… yg mampu dan benar2 bersedekah dgn hati IKHLAS.. Sisanya hanya BERKOAR… baik itu di media TV.. media cetak ataupun dalm kehidupan sehari-hari. Bahkan banyak yg PAMER bahwa ia bersedekah … hanya untuk populeritas.

    Saya mempunyai seorang teman yg termasuk kelompok 2 atw 3 persen ini… hobynya BERSEDEKAH….. Bahkan saya pernah menginap di rumahnya selama 21 hari…. saya belajar dari kehidupannya sehari-hari..! Hari2 biasa BELIAU mampu bersedekah berjuta rupiah…bahkan bila bulan puasa beliau berzakat hingga ratusan juta rupiah.. Selain itu berapa banyak panti2 asuhan ataupun mushollah/masjid yg dibantunya… Yg lebih mulia lagi sdh berapa banyak orang yg diberangkatkan ke tanah suci….Subhanallah…

    2x saya berjumpa di tanah suci saat bulan2 haji.. kami dipertemukan ALLAH dgn selalu bersebelahan kamar….beliau tak pernah lolos untuk bersedekah… jutaan rupiah dan ratusan ribu real diSEDEKAHKAN dgn hati yg tulus….Ada satu pertanyaan yg pernah saya lontarkan… untuk apa semua ini…. Jawabnya hanya sederhana…”MENCARI RIDHO ALLAH”

    Yg lebih menakjubkan semua sedekahnya selalu mengatas namakan HAMBA ALLAH… bukan nama pribadi…… Waw… inilah contoh orang yg tak pernah mencari populeritas..dan alasan yg paling terkesan yaitu kalimat yg terluncur dari mulutnya..”MEMEGANG AMANAH dri ALLAH ..JANGAN PAKE HITUNG2AN”…

    Masih adakah orangnya..? ADA.. saya yakin ALLAH selalu memeliharanya… orangnya selalu SEGAR BUGAR…SEHAT WAL AFIAT…. usianya antara 50 hingga 60 tahun.. Profesinya seorang Dokter… tinggalnya di Kota Palembang…. Tak banyak yg tahu bahwa beliau adalah ahli Ibadah dan ahli sedekah….kecuali krabat dekat dan keluarganya… Saya beruntung dpt menjdi sahabat dan sebagai kerabat yg kenal dengan beliau baru saya kenal 15 thn lalu… Saya hanya dpt menilai…Inilah contoh insan yang “DIDUNIA HIDUP KAYA..KELAK WAFATNYA MASUK SURGA”
    ………. Ingin kenal lebih dekat …silahkan telusuri sendiri…

    Jadi melalui media ini TAK PERLU BERKOAR ingin POPULERITAS seolah hebat menjadi orang yg Ahli SEDEKAH…. Tapi ajaklah saudara seiman untuk bersedekah…tpi dengan santun dan bijak… Setiap desah napas kita …. kita tak pernah lolos dari pantauan ALLAH

    Beruntunglah orang yg mampu menjalankan AMANAH dari ALLAH… tak akan hidup melarat dan susah bagi orang yg selalu bersedekah krn ALLAH…..

    • @maulana yusuf, jangan su’udzon pak. Itu sama tidak baiknya dengan BERKOAR-KOAR yang bapak bilang. Dalamnya hati seseorang, kita tidak tahu. Bagaimana kalau itu memang cara mereka untuk mengajak orang agar lebih tergerak agar bisa bersedekah lebih banyak dan lebih ikhlas?

      Sama seperti motivator kebanyakan. Pola mereka bagaimana? Kebanyakan adalah bercerita tentang dirinya sendiri. Bagaimana dari titik nol hingga kemudian cerita kesuksesannya. Apakah kemudian kita langsung nge-judge orang ini RIYA’? Belum tentu. Siapa tahu memang niatan di dalam hatinya adalah memotivasi orang lain.

      Karena bersedekah dengan atau tanpa diketahui orang lain, itu sama-sama ada dalihnya dan sama-sama kuat. Yang jelas, jauh lebih baik daripada yang tidak bersedekah sama sekali. Mari kita mulai belajar merendahkan hati dan khusnudzon saja. Anggap saja mereka sedang mengajak orang ke dalam kebaikan. Bukankah kita juga dianjurkan untuk mengajak orang lain berbuat baik, bukan sekedar menjadi ahli kebajikan seorang diri.

      Kalau mereka yang bagus ibadahnya hanya dipendam, tidak banyak diketahui, maka siapa yang akan dijadikan figur-figur teladan? Apakah kita akan membiarkan orang-orang yang rusak saja yang menjadi populer dan dijadikan panutan? Tentu tidak bukan. Mari melihat dari sudut pandang yang lain dan mari kita sama-sama beristighfar… Kesempurnaan hanya milik Allah…

  • Saya tidak tahu harus berkomentar apa. Sepertinya saya harus membaca tulisan tersebut berulang kali lebih dahulu.

    Ikhlas memang harus dilatih terus menerus. Karena nilai ibadah seseorang adalah sesuai dengan niatnya. Sangat sulit untuk ikhlas.

    Perihal sedekah mengenai keajaiban dan balasannya adalah hal yang berbeda. Yang terbaik tentu saja balasan di dunia dan akhirat. Tapi balasan di akhirat adalah lebih utama. Kita tentu tidak ingin ibadah kita hanya mendapatkan balasan di dunia dan menjadi sia-sia di sisi-Nya.

    Sedekah tidak bisa dipersonifikasikan dengan sholat karena sholat adalah ibadah yang diturunkan langsung oleh Allah tabarokawata’ala melalui Rasul-Nya salallahu alaiwasalam dan bersifat fardu ‘ain.

    Firman Allah:
    Jika kalian berselisih tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama ( bagimu ) dan lebih baik akibatnya. [An-Nisa’ : 59]

    Saya sendiri penasaran, apakah ada contoh dari Rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam dan para sahabat mengenai melatih keikhlasan dengan cara ibadah tanpa keikhlasan? Bila tidak ada, maka kita tidak boleh mengada-adakannya, karena itu sama halnya dengan menghina Beliau salallahu’alaihi wasalam.
    bhenk recently posted..Manhaj Salaf, Manhaj yang Benar dalam Memahami IslamMy Profile

Leave a comment

CommentLuv badge

Berlangganan Artikel

Daftar Email Anda Disini:

Delivered by FeedBurner

Random Posts