Nov
2
2010

Private Course of Shipbuilding Inspection

Saya teringat ketika pertama kali interview oleh Dirut perusahaan tempat saya bekerja saat ini. Ketika itu saya mengharapkan sekali bisa dimasukkan ke divisi drawing dengan job description sebagai drafter. Kerjaannya seperti arsitek, mendesain kapal pesanan klien kami. Tapi pada akhirnya Dirut menempatkan saya di bagian OS (Owner Surveyor) dengan job desc. mengawasi pembangunan kapal yang kebetulan kali ini adalah Kapal Riset 42 Meter milik Kementrian Perikanan dan Kelautan. Ada alasan khusus yang beliau utarakan kepada saya, kenapa mesti ditempatkan di bagian tersebut.

Beliau mengatakan bahwa posisi saya yang notabene (pada saat itu fresh graduate) adalah penempatan yang paling pas dimana saya bisa menyerap banyak ilmu di bidang perkapalan, terutama yang tidak diajarkan di kampus. Dan memang benar apa adanya, apa-apa yang saya pelajari di kampus rasanya cuma 20% saja yang terpakai. Sisanya pengembangan dan ilmu baru yang mesti saya pahami untuk bisa beradaptasi dengan cepat.

Apalagi beliau menuturkan team kami yang ditempatkan di Serang Banten ada 4 orang untuk tahun ini (tahun depan bertambah 8 orang lagi). Yang 2 merupakan senior ‘pentolan’ yang sudah pensiun dari PT. PAL. Saya bisa menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari mereka. Karena walau bagaimanapun untuk bisa mendesain dengan benar, saya perlu tahu seluk beluk kondisi yang sebenarnya di lapangan ketika pembangunan kapal berlangsung.

Dan hari ini awal dari semua pembelajaran tersebut. Tadi saya diberikan private course tentang shipbuilding inspection. Mengacu pada ABS Rules sebagai standar. Senior saya mengatakan bahwa seharusnya ini dilakukan oleh bagian Quality Control pihak Shipyard. Meski demikian, kami selaku perwakilan dari ship owner sudah selayaknya ikut melakukan pengecekan agar kualitas kapal yang dibangun benar-benar sesuai dengan yang diharapkan.

Lagi-lagi saya cuma bisa bersyukur. Kursus semacam ini bisa berharga sangat mahal di luaran sana. Bisa sampai jutaan. Memang sih kekurangannya cuma satu, yaitu ngga ada sertifikatnya. Tapi paling tidak ilmu yang saya dapatkan bisa digunakan untuk bekerja dengan lebih profesional.

Ehm… jadi ngga sabar untuk training lanjutannya… hehehe…

About the Author: Arief Maulana

Just a simple writer. Menulis apa adanya, tanpa paksaan atau tekanan dari pihak manapun. Butuh tulisan yang lebih berbobot? Langsung dah ke www.AriefMaulana.com.

4 Comments + Add Comment

  • :toast

  • Alhamdulillah, jadi ikut senang saya. :cendol

  • to arief…
    saya belum tahu di perusahaan mana tepatnya anda bekerja, krn di serang banten ada beberapa shipyard disana. Saya mempunyai pengalaman tepatnya diSamudra marine ind. di bojonegara, serang banten.Pda waktu ini th 2008. saya melihat digalangan tersebut sangat minim sekali orang yg experiens, hanya ada beberapa jebolan Pal.Disana saya merasakan bahwa scedule assembly maupun erection sangat berantakan, saya sebagai subcont sangat dirugikan krn tidak adanya erection scuens yg jelas………
    jika anda benar2 dari sana,…sampaikan salam pada teman2 surabaya disana.

    roby_ils-sby

    • @Roby, saya di perusahaan Westvaria (marine engineering & consultant). Kantornya sih cuma 1 di Surabaya. Saya di Bojonegara (serang) hanya sebagai Owner Surveyor yang mengawasi pembangunan kapal oleh Carita Boat Indonesia. Lha klo di SMI aja kaya gitu apalagi di CBI pak. Hahaha…

Leave a comment

CommentLuv badge

Berlangganan Artikel

Daftar Email Anda Disini:

Delivered by FeedBurner

Healthy Life

Program Diet Sehat