9
2010
Sang Pencerah Di Akhir Ramadhan

Sang Pencerah
Siang tadi, saya dan adik saya menyempatkan diri untuk pergi ke City Of Tomorrow. Biasalah untuk menonton film di 21-nya. Film apakah? Action, misteri atau apa? Jawabannya adalah film sejarah besutan sutradara ternama Hanung Bramantyo, Sang Pencerah.
Kebetulan saya termasuk orang yang suka membaca biografi tokoh-tokoh penting (kalau ada waktu). Nah mumpung filmnya menceritakan tentang kehidupan K.H. Ahmad Dahlan yang notabene pendiri organisasi Muhammadiyah, saya jadi tertarik dan ingin mengetahui lebih dalam.
Saya bukan orang Muhammadiyah dan tidak pernah mengenyam pendidikan disana. Tapi saya cukup merekomendasikan film ini untuk ditonton siapapun, termasuk juga rekan-rekan non muslim. Banyak hal yang bisa dipelajari secara general. Bahkan saya menonton film ini juga dengan teman yang beragama non muslim.
Intinya film ini menceritakan tentang kehidupan singkat K.H. Ahmad Dahlan serta perjuangan awal beliau dalam mendirikan organisasi Muhammadiyah. Melihat filmnya, saya jadi ingat kisah perjuangan Baginda Rasulullah SAW. Jika perjuangan K.H. Ahmad Dahlan saja begitu berat, apalagi Rasulullah ketika pertama menegakkan agama Islam pasca turunnya wahyu pertama.
Yang jelas film ini sukses mengusik emosi saya. Ada sense yang saya dapatkan setelah menontonnya. Pertama, saya jadi lebih bersemangat mengkaji lebih dalam lagi ajaran agama Islam melalui Tafsir Al-Qur’an dan Hadits. Apalagi zaman sekarang banyak sekali tindakan bid’ah yang dilakukan oleh Umat Islam.
Kedua, saya belajar bahwa untuk membangun suatu sistem yang baru dan ‘melawan arus’ membutuhkan perjuangan yang ekstra. Tidak serta merta kelihatan hasilnya. Bahkan bisa saja, hasil justru baru bisa dinikmati oleh anak cucu kita. Ketiga, saya juga belajar bagaimana kepemimpinan ala K.H. Ahmad Dahlan.
Namun K.H. Ahmad Dahlan juga seorang manusia biasa, bukan dewa apalagi nabi. Ada saat dimana beliau khilaf dan melakukan kesalahan. Film ini jadi lebih real dengan menggambarkan sosok K.H. Ahmad Dahlan apa adanya. Melakukan kebaikan, namun sesekali salah juga. Pokoknya bagus, jangan sampai anda melewatkannya.
Review lengkapnya googling aja ya! Hehehe…
Berlangganan Artikel via Email ! Anda akan mendapatkan update terbaru via email dengan memasukan alamat email anda pada kotak di bawah ini lalu tekan "Berlangganan".

An article by

wah. .
ane no comment. .
memang banyak perbedaan pendapat antara muhammadiyah dengan NU ,apalagi dengan ane jga.. hehe
nanti kalo menyinggung masalah bid ah,baru de.. keliatannya bedanya..
Bidah ada 2 ,bidah hasanah (yang baik dan boleh) sama bidah dholalah (sesat) . .
ntar ga bole tahlil,ga bole macem2. .wal hasil tradisi yang sudah dijalankan oleh walisongo banyak yang dicekam..
padahal taw sendiri,walisongo adalah ulama yang membuat indonesia menjadi negara mayoritas islam.
Dan Jasanya sudah tidak bisa dihapus dari tanah air kita.
Terserah deh,kalo orang punya banyak pendapat..
Yang penting selalu berpegang Teguh kepada ajaran Rosul SAW..
Yang sdah jelas di ikuti oleh walisongo. .
(ane juga nulis biografi lho ..
dibaca ya.. hehe )
[...] This post was mentioned on Twitter by asri adiastra, Arief Maulana. Arief Maulana said: Sang Pencerah : KH. Ahmad Dahlan | Catatan Arief Maulana http://bit.ly/bA43Ep [...]
idem deh ma komen yg diatas…setuju banget..
ikutan idem juga deh sama yang di atas.
hehehe…