Hati-Hati Dengan MLM

Written by Arief Maulana

Topics: Catatan Hari Ini

Kontroversi MLM

Kontroversi MLM

Tadi pagi, ketika membaca twit mas Agus Siswoyo, sempat geli juga membacanya. Twitnya tentang penipuan yang dilakukan oleh MLM TVI Express.

Saya jadi inget waktu kopdar pertama kali dengan Mas Agus di Royal Plaza Surabaya. Waktu itu kebetulan memang saya ada beberapa agenda. Selain bertemu Mas Agus, bertemu dengan 1 team pasukan TVI Express.

Awalnya sih sebelumnya saya dikontakin sama Titis (dulu pernah jadi downline saya di MLM Tianshi, sayang ngga jalan). Eh itu anak ngotot mo nawarin bisnis. Setelah penolakan 2 minggu akhirnya kasihan juga. Yaudah, karena saya hanya punya waktu 1 hari kosong, ya saya join waktunya sesudah kopdar sama Mas Agus.

Saya kira cuma dateng sendiri, dilalae bareng uplinenya. Jadilah yang presentasi TVI Express si upline. Susah yah, diusir gimana didiemin sononya juga ngga tahu diri. Habis presentasi ya udah buyar gitu. Kan ngga ada pertanyaan lagi.

Seinget saya dulu, justru presentasi itu jangan detil-detil. Follow up ke pertemuan. Jadi peluang closingnya lebih besar. Nah, TVI Express kan ngga punya pertemuan macam itu. Yang jelas mood saya langsung jatuh kala itu.

Satu yang bisa membuat saya tertawa ketika Mas Agus share link kaskus soal penipuan TVI Express adalah justru si uplinenya Titis.

Saya inget betul ketika si upline dengan setengah angkuh mengatakan, “Saya orang paling teliti soal marketing plan. Kalau ngga bagus, saya ngga join.”

Sengaja juga sih, saya ngga koar-koar. Saya tipikal melankolis di personality. Artinya, sama dengan itu upline, saya ngga akan interest sebelum tau detil bagaimana marketing plannya.

Dan dari penjelasan si upline kala itu, sudah ada kecurigaan besar terhadap marketing plan TVI Express. Apalagi, produknya nampak ngga jelas dan kurang masuk akal dari segi harga.

Fakta berbicara, ketika justru kebohongan marketing plan dibuka. Kalau mau ngecek, silahkan langsung ke TKP :

Membongkar Kebohongan Marketing Plan TVI Express

Well lepas dari itu semua, tidak semua MLM jelek kok. Saya yakin ada yang bagus, entah apa. Karena saya sendiri pernah merasakan manfaat yang banyak dengan ikutan MLM walau sekarang udah berhenti. Beberapa hal yang saya dapatkan :

  • Mengenal Bisnis. Gara-gara MLM lah saya akhirnya tau apa itu bisnis dan mulai menyukai. Sekaligus belajar mengubah mindset karyawan ke mindset bisnis
  • Leadership. Di MLM saya belajar bagaimana menjadi leader. Tidak sekedar memerintah, tapi membangun dengan motivasi, merencanakan strategi, menyolidkan team.
  • Team Work. Saya juga belajar teamwork dengan leader, crossline, dan downline untuk mencapai target.
  • Pengembangan Diri. Ini yang paling kerasa manfaatnya. Soalnya saya kudu mau dan bisa : bicara di depan umum, berkomunikasi dengan baik, membangun sikap dan mindset, dll

Jadi, walau sekarang berhenti saya tidak menyesal. Itu adalah bagian dari perjalanan hidup yang harus saya lalui.

Bahkan gara-gara berhenti, sekarang malah ketemu yang lebih enak. Two words, “Internet Marketing”.

Ps. Tulisan ini bukan dimaksudkan untuk sengaja menjatuhkan MLM atau mengagungkannya. Melainkan untuk mengingatkan agar berhati-hati dalam memilih perusahaan MLM.

Posted with WordPress for BlackBerry.

31 Comments Comments For This Post I'd Love to Hear Yours!

  1. Agus Siswoyo says:

    masak mau ditipu dua kali…
    :hihi:

    Klik untuk membalas

    Arief Maulana Reply:

    @Agus Siswoyo, :ngakak::ngakak::ngakak:
    yg ada di board TVI :hammer :hammer :hammer abis baca artikel kaskus.

    Klik untuk membalas

  2. ya mas itu gada kantornya di indonesia..

    meski banyak juga klien orang TVI, tapi ga pernah ikutan join heee..

    namun itu sistem antrian sebenernya…karena pake board.. :bingung ampe pusing liatnya

    Klik untuk membalas

    Arief Maulana Reply:

    @Muhammad Arifin, justru yg saya liat aneh di marketing plannya itu sistem board dan produknya yg kurang jelas…

    Klik untuk membalas

  3. mh says:

    TVRI? wakakakakk… mendingan juga jadi agen asuransi..

    Klik untuk membalas

    Arief Maulana Reply:

    @mh, :hihi::hihi::hihi:

    Klik untuk membalas

  4. SAHAT says:

    wow saya hampir aja masuk TVI dulu. untung gak jadi karena lagi gak ada uang 2,5 juta.
    bahkan ada teman saya yang gadaikan sepeda motornya buat gabung di TVI. tp sampai skrg belum dapat 500 dolar juga.
    untung saya gak jadi gabung TVI.
    Sekarang sih lagi mencoba masuk dalam DUNIA INTERNET MARKETING.
    Uda capek banget sih ikut MLM dari TIANSHI, FLEXTER, dll.
    emg sih ada positif nya juga buat PENGEMBANGAN diri.
    tapi untuk cari uang sih kayaknya susah banget.

    Klik untuk membalas

    Arief Maulana Reply:

    @SAHAT, good job :cendol

    Klik untuk membalas

  5. hanifilham says:

    MLM? cenderung mengedepankan keuntungan semata sih, walau marketing plan sehebat apapun pasti jual kecapnya keuntungan. jadi serasa jenuh dengernya… (keuntungan segede gitu janjinya cepet, janji mulu akhirnya.) :puyeng:

    Klik untuk membalas

    Arief Maulana Reply:

    @hanifilham, saya sih waktu jalanin dulu santai aja mas. Karena saya sadar butuh proses and ga bisa instan. Sambil dinikmati sambil tumbuh dan berkembang.

    Klik untuk membalas

  6. saya jujur ga terlalu suka dengan MLM, karena biar gmn yang akan kaya ya yang punya, member si bisa income besar, tapi tetap ada batasan, makanya saya si pengennya jualan produk dengan sistem MLM, :sip:

    Klik untuk membalas

    Erdien Reply:

    @Maksum Priangga, Jadi suka MLM juga kalo gitu Mas :sip:

    Klik untuk membalas

    Arief Maulana Reply:

    @Maksum Priangga, hahaha… Bukan sbg member, tapi founder bisnisnya yah. NOTED

    Klik untuk membalas

  7. mastyo says:

    Sistem ngantri urut kacang gitu masa mereka bilang bisnis sih mas yah? apa bedanya dg ikut aarisan hehehe….100 juta lagi…wkwkwkwk…wah kapan kapan boleh dunk sharing market plan untuk mas Arief analisa?:sip:

    Klik untuk membalas

    Arief Maulana Reply:

    @mastyo, betul mas. Wah saya bukan pakar analisa marketing plan mas. Tapi hanya dugaan awam saja. Mungkin lebih akuran Mas Agus Siswoyo, yg notabene cost analyst

    Klik untuk membalas

  8. Lutvi Avandi says:

    TVI itu apanya TPI ? :puyeng:

    Klik untuk membalas

    Muhammad Arifin Reply:

    @Lutvi Avandi, kalau orang sunda bisa pak TVI jadi TPI :ngakak:

    Klik untuk membalas

    Arief Maulana Reply:

    @Lutvi Avandi, TVI itu sepeda motor 2 sistem itu loh mas. Yg otomatik sama kopling jadi satu :ngakak:

    Klik untuk membalas

  9. TAJU says:

    pernah di TIANSHI juga to sampean mas:ngakak:

    Klik untuk membalas

    Arief Maulana Reply:

    @TAJU, pernah. Sampe passive di income > 1 jt/bln. Lumayan lah buat mahasiswa :)

    Klik untuk membalas

  10. fadly muin says:

    ini hanya masalah pilihan hidup saya kira mas..

    singkatnya
    “siapa mengerjakan apa? akan sesuai dengan apa dan bagaimana?”

    Klik untuk membalas

    Arief Maulana Reply:

    @fadly muin, betul betul betul

    Klik untuk membalas

  11. Iya mas, saya awalnya mengenal bisnis dari MLM. Karena membaca buku Robert Kiyosaki “Business School” di MLM itu belajar pengembangan diri dan kepemimpinan yang penting. MLM bukan satu-satunya jalan untuk sukses, kaya dan bahagia.

    Tapi, saya mengalaminya. seorang pelaku MLM mengganggap satu-satunya jalan menuju kesana dan terkesan dipaksakan. Jadi begitu Ilfil jadinya.

    Klik untuk membalas

  12. Mas lihat perusahaannya sepertinya Mbak DHINI santi sukses dg ORIFLAME on line jadi lita tak bisa menghakimi yang penting tekun pasti berhasil dan semua bukan instant perlu waktu ok masa umpama kita nanam cabe hari ini tanam besok berbuah kan tidak ya perlu dirawat dan dipupuk ya itulah BISNIS apapun yang dikerjakan mesti jakin dan minta tuntunan TUHAN ok setuju??????

    Klik untuk membalas

  13. joko santoso says:

    MLM memang sering di salah gunakan. Kita harus bisa membedakan mana MLM dan mana Money Game. Klo model TVI exprs itu saya anggap money game, tapi kalau MLM murni ya seperti Tianshi, Sopie martin, Ifa Dahsyat dan pokoknya produk yang di jual jelas deh dan dipasarkan dengan sistem networking.
    Kenapa seorang member bisa punya bonus gede? ya karena dia punya omset tinggi dari hasil pemasaran dengan merekrut member2 baru di bawahnya.
    Biasanya perusahaan MLM, anggaran iklan di media ditiadakan, anggaran itulah yang diberikan kepada member yang punya omset tinggi.

    Klik untuk membalas

  14. jimmy says:

    Ngapain pusingin dia tuh bisnis apa, mau MLM mau money game…yg penting bisa menghasilkan uang. Grab its money first…, ya kl g percaya ya g usah join, n g usah bacotnya n jelek2an org. Talk Less Do More.:melet::melet:

    Klik untuk membalas

  15. Indovision says:

    Memang cape kalau ikutan MLM, kl di tawarin sdh tdk mau lagi.:panas:

    Klik untuk membalas

  16. oooo, gitu yach mas

    Klik untuk membalas

    NM Reply:

    @Tianshi Indonesia,

    :-)

    Klik untuk membalas

  17. Yuli says:

    MaaF,Mungkin di sini ada sedikit kesalapahaman.sebenernya bukan TVI nya yg bermasalah.Tp MUNGKIN oknum yg menjelaskan terlalu menjual janji.dari bbrp sharing yg sy lakukan,byk member TVI yg gak ngerti apa sebenanya yg mereka ikuti.byk dr mereka yg ikut hanya tergiur dgn bonus yg dijanjikan,tanpa mengerti prosedur.apalagi skrg Eljohn indonesia sdh menjadi partner TVI.itu menandakan klo TVI bukan bisnis abal2.terima kasih..:sip:

    Klik untuk membalas

  18. Imam says:

    Jangan terlalu sinis dan usil dong dengan apa yg dikerjakan orang.ambil yg positif aja banyak saudara2ku sebangsa yg tertolong.pertanyaannya apakah yg kita kerjakan ada manFaat bagi org lain

    Klik untuk membalas

Leave a Comment Here's Your Chance to Be Heard!

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes