Anda pernah dengar slogan TV One ngga? Kalau tidak salah, “terdepan mengabarkan” (CMIIW). Nah, tadi pagi saya baca koran Jawa Pos. Tidak terasa 2 hari lagi sudah 4 tahun pasca insiden lumpur Lapindo terjadi.
Pun, rasanya hampir semua berita serentak memberitakan soal Lapindo dan berbagai problematikanya. Bagaimana dengan TV One? Anda jawab sendiri lah.
Begitu juga ketika ada kasus Abu Rizal Bakrie yang dituding mengemplang dana pajak. Lepas benar atau tidaknya, bagaimana dengan TV One? Silahkan jawab sendiri.
Lain TV One, lain Metro TV. Setiap kali organisasi National Demokrat mengadakan acara, maka Metro TV akan selalu ada di garis depan untuk meliputnya. Kenapa? Surya Paloh ada disana.
Jadi, bullshit sebenernya kalau media mengatakan bahwa mereka netral dalam menyampaikan informasi. Semuanya hanyalah masalah kepentingan. Media, tentu akan membela kepentingan pemiliknya dan ‘membius’ penontonnya, hingga mereka tidak sadar sudah terjebak dalam permainan kaum elite media.
Makanya saya belakangan ngga terlalu suka dengerin berita-berita di tv / koran. Kalaupun terpaksa mendengar, ya ngga perlu langsung percaya.
Berita baiknya, kalau kita sadari blog juga punya kekuatan yang sama. Namanya juga salah satu bagian dari social media site. Tinggal nantinya mau digunakan untuk apa oleh pemiliknya.
Meski social networking sudah merajalela, eksistensi blog masih belum terpatahkan. Masing-masing punya ‘market share’ sendiri-sendiri. Dan sekali lagi kita punya power mau menggunakannya untuk apa.
Blog mampu membentuk sebuah wacana ataupun opini yang ingin kita dengungkan. Entah itu tujuannya positif atau negatif.
Blog juga mampu memoles pemiliknya. Yang kurang bagus jadi bagus, yang newbie jadi keliatan expert, dsb. Apalagi bila strategi personal brandingnya tepat.
Masih meremehkan blog? Atau masih belum punya blog? Jangan tunda deh, coba belajar ngeblog. Mudah kok, apalagi kalau menulisnya pake mulut.
Dan kalau nantinya Anda udah jadi orang top dan tenar karena blog itu, gunakan media itu dengan bijaksana karena akan ada banyak pembaca yang mengikuti apa yang Anda tuliskan.

















Klik untuk membalas
Arief Maulana Reply:
May 30th, 2010 at 12:43 pm
@mh, congrats…
Klik untuk membalas
Tjia Ngie Reply:
June 1st, 2010 at 10:28 am
@Arief Maulana, betul kita punya kekuatan yg sama,skrg tinggal bagaimana bertindak,Tetap optimis
Klik untuk membalas
Arief Maulana Reply:
June 5th, 2010 at 6:37 pm
@Tjia Ngie, jangan lupa jg segmentasi pasar yang tepat.
Klik untuk membalas
twitter juga terlalu pendek untuk dipercaya gan…
Klik untuk membalas
Arief Maulana Reply:
May 30th, 2010 at 10:58 am
@MH,
ga ada yg bener-bener bisa dipercaya keknya. Kudu ditelusuri kebenarannya semua.
Klik untuk membalas
Agus Siswoyo Reply:
May 31st, 2010 at 7:52 am
@mh, tapi dgn TWT terlalu mudah untuk bikin keributan…

Klik untuk membalas
Menulis pake mulut memang maknyuss. . .hehe.
Blog bisa membantu kita juga rupanya..
Coba aja saya gak punya blog gak mungkin kenal dan kopdar dgn mas Arief. .wkwkwkk
Klik untuk membalas
Arief Maulana Reply:
May 30th, 2010 at 12:54 pm
@Udin Hamd | Blogger 2 Inchi, sangat bisa mas. Masih banyak kelebihan blog. Jadi tidak perlu mendiskreditkan blog karena boomingnya social networking site yg membuat para blogger terlena.
Justru kalau bisa, kita coba untuk memadukan keduanya menjadi kekuatan yang positif. Karena baik blog ataupun social networking site adalah sama-sama social media site.
Klik untuk membalas
Agus Siswoyo Reply:
May 31st, 2010 at 7:53 am
@Udin Hamd | Blogger 2 Inchi, kalau mas Udin nggak punya blog, nggak bakalan bisa chit chat di twitter sampai tengah malam…
Klik untuk membalas
ops..!
makanya ada istilah, tidak ada persahabatan yang abadi, yang ada adalah “kepentingan” yang abadi.
dalam konteks media, tentu ada kode etik jurnalis yang harus di emban. walau demikian, sebagai pemilik, memang ada otoritas untuk mempengaruhi publik. ini sudah rahasia umum mas.
makanya diperlukan upaya kritis untuk menyikapi setiap pemberitaan yang ada..
blog-pun demikian ada tendensi yang ingin di capai. positif negatif tendensinya akan teruji oleh waktu..
opini yang bagus mas
Klik untuk membalas
Arief Maulana Reply:
May 30th, 2010 at 12:57 pm
@fadly muin, terima kasih mas Fadly
Klik untuk membalas
Klik untuk membalas
Arief Maulana Reply:
May 30th, 2010 at 5:06 pm
@Alhijr Adwitiya, itulah. Makanya, jangan terlalu percaya apa yg disampaikan oleh media.
Gunakan akal sehat dan logika untuk mencerna dan melihatnya secara kritis.
Klik untuk membalas
Wah..baru tahu nih kalau mereka ada backingnya. Soalnya saya sekarang lebih suka nonton OVJ aja : yang ringan, rilex dan menyegarkan. Tapi apapun itu semua kembali kepada pemiliknya, mau dibawa kemana..(eh..kaya lagu ya.)
Thanks opininya, dengan kesadaran baru ini, Saya juga akan lebih perhatian lagi memelihara blog-ku yang sempat “males” ngeblog sekian lama.
Klik untuk membalas
Arief Maulana Reply:
May 30th, 2010 at 7:23 pm
@HARYANI, yah media menjadi alat bagi pemiliknya mas. Bagus itu, sy klo nonton tv jg paling cari hiburan.
Cuma entah kenapa yah, belakangan liat OVJ kok garing banget. Ga bisa bikin ketawa sama sekali, ga kaya dulu.
Masalah blog, itu pilihan mas. Ga dirawat jg gpp kok.
Klik untuk membalas
anax kolonx Reply:
May 31st, 2010 at 7:04 am
@Arief Maulana, mngkin OVJ lg sepi inspirasi x mas,jd garing dah kyk krupuk,,,,
klo mnurutQ msh lucu bukan empat mata,,,,
Klik untuk membalas
MAS SENANG SEKALI BACA ULASAN MAS YANG MASUK AKAL BEBERAPA HARI INI SAYA LAGI MERENUNGKAN KEADAAN KORBAN LAPINDO RASANYA TAK SAMPAI HATI MELIHAT KEADAAN MEREKA YANG NASIBNYA TAK MENENTU LAGIAN ANAK2 YANG SEDANG UJIAN KALAU DIBIARKAN AJA BAGAIMANA YA????????MALAH KATANYA SEMBURAN MAKIN HEBAT BERAPA JARAK DG RUMAH MAS ARIEF??????? YA HANYA DOA YANG SEPATUTNYA DIPANYATKAN OLEH SEMUA RAKYAT INDONESIA KARENA HANYA TANGAN TUHAN YANG SANGGUP………..MENYELESAIKAN DAN ITULAH AGENDA DOA KITA SETIAP HARI BANYAK BERITA YANG SEPERTI MARTABAK DI BOLAK BALIK APALAGI YANG ISTIMEWA ADA PESAN ……SPONSORNYA TAPI MATA TUHAN TIDAK KURANG TAJAM DIA MELIHAT DAN TANGANNYA TIDAK KURANG PANYANG PASTI BIA MENOLONG MEREKA YANG MENYJERIT DALAM KEPASRAHAN AMIN
Klik untuk membalas
Arief Maulana Reply:
May 30th, 2010 at 7:27 pm
@lianawati natawijaya, terima kasih atas perhatiannya. Jarak terluar tanggul kolam lumpur sekitar 5km dr rumah saya bu.
Well, ketidakadilan hanya bisa dilakukan di dunia saja. Karena pengadilan yg benar2 adil ada di hari pembalasan nanti, seperti janji Tuhan.
Sementara ini, hanya bisa bersabar, berusaha, dan berdoa semampunya.
Klik untuk membalas
Kalau saya menganggap blog sebagai sarana untuk menjalin hubungan, berkenalan dan menghasilkan.
Kalau mengenai media seperti televisi, saya no comment
. Soalnya tidak berkompeten dalam hal media mana yang mendukung mana. Kebetulan juga gak pernah baca berita di tv. Hehehe 

Klik untuk membalas
Arief Maulana Reply:
May 30th, 2010 at 10:24 pm
@Agung Prasetyo, sebenarnya sy mengangkat masalah media TV ini hanya untuk pembuka saja. Bukan bermaksud membuka mana mendukung mana (walau faktanya demikian).
Inti ataupun point utama dari artikel ini, ada pada blog yg sebenarnya punya potensi dan kekuatan yg sama seperti halnya media TV.
Yah, sesekali memadukan fakta, opini, dan pembelajaran business leverage.
Klik untuk membalas
apakah blog buatan seseorang yang hanya lulusan SMP juga bisa jadi blog hebat pak?
Klik untuk membalas
Wah jadi kaget dan salut untuk tampilan barunya. Kayaknya mau mendekati (warna2nya) Metro TV atau Nasional Demokrat atau malah Demokrat sendiri ya?!
Klik untuk membalas
Arief Maulana Reply:
May 31st, 2010 at 10:08 am
@Sam E, oh bukan mas. It just another blog. Yg biasa mas liat paling yg di http://ariefmaulana.com hehehe
Klik untuk membalas
Posting yang menarik mas.
Rasanya saya juga sudah “terbius” dengan media blog milik mas Arief. Gak lengkap sarapan pagi kalau gak nengok dulu blog mas Arief. 4 sehat 6 sempurna gitu mas…
Klik untuk membalas
akibat ngeblog, saya yang newbie aja sudah dianggap expert. hehehe…
Klik untuk membalas
Wah, kalau media aja udah gak bisa dipercaya.
Terus gimana mas kita bisa mendapatkan berita yg valid.
Untuk masalah blog, saya sangat setuju.
Dengan adanya blog maka calon client kita yg awalnya masih ragu-ragu menjadi yakin dan percaya.
Klik untuk membalas
lha iya begitulah isinya dunia. mana ada yang tidak untuk keuntungan dirinya sendiri, menyelamatkan muka sendiri, menutupi kesalahan sendiri…..semuanya hanya fatamorgana, semu…dan ingin menunjukkan bahwa AKU BISA APA AJA DENGAN HARTAKU….


enakkan ikut cara rosulullah no world interest but akherat interest so pasti selamat dunia akherat.
jangan ditiru yang ketipu dunia nanti ketipu melulu kita….
Klik untuk membalas
Bener banget Mas Arief, saya setuju, dengan blog milik kita, kita bisa menunjukkan kepada orang banyak bahwa kita memiliki branding yang positif terhadap tulisan-tulisan kita, seperti apa yang mas Arief tuliskan diatas.
Klik untuk membalas
Sy pernah jd penggemar berat talk show di TV. Sempat kagum jg sama host2nya yang cantik2 lg pinter… Tp lama2 makin kerasa bahwa mereka milih tema, nara sumber, dan mengarahkan pertanyaan sesuai kepentingan juragannya masing2… Mangkel jg sih krn merasa mau “dikibuli”, tp ya realitas media emang gitu ya… lebih mengabdi pada yg punya modal…
Klik untuk membalas
sipp.. menempatkan kepercayaan memang harus penuh ketelitian dan tidak boleh absolut 100% (kalo kpd manusia biasa), apalagi media zaman sekarang. saya udah hati2 sejak kasus 11 September silam.
Klik untuk membalas
Klik untuk membalas
Arief Maulana Reply:
June 5th, 2010 at 5:56 pm
@0Peluang Bisnis Via Internet, surga yg semu, krn hanya bersifat sementara hingga ajal menjemput.
Klik untuk membalas
Arief Maulana Reply:
June 5th, 2010 at 6:04 pm
@Peluang Bisnis Via Internet, surga dunia yang tidak kekal.
Klik untuk membalas
Catatan harian kali ini agak berat nih Mas
Klik untuk membalas