May
20
2010

Akankah Game Tradisional Itu Hilang?

Game Bentengan

Game Bentengan

Hari ini saya memang sengaja tidak bergelut dengan aktivitas akademik, meski deadline Tugas Akhir + Tugas Merancang makin deket. Yah, sekali-kali pengen refresh.

Tapi bukan berarti membuang waktu sia-sia. Tetep ada aktivitas yang terschedule, mulai dari menjemput Ayah di Bandara Juanda Sidoarjo, ngirimkan Paket DVD Film “The Arrivals” ke customer, service printer ke Jhohan’s Comp, dan main-main ke Galeri Indosat.

Sepulangnya, saya melihat ada anak kampung kecil kumus-kumus main layangan sama temen-temennya. Wah jadi inget masa kecil dulu.

Saya ingat, waktu kecil dulu sukanya mainan : patek lele, gobak sodor, bentengan, layangan, kelereng (modal 2 butir, menang sampe punya kelereng sebanyak 3 kaleng susu 800mg), dll. Mainan tradisional yang seru.

Yah, dulu kan Play Station belum populer. Harganya masih 2 juta (zaman dulu mahal itu segitu). Dan yang punya mesti aja anak-anak yang kaya. Meski begitu tidak mengurangi kebahagiaan masa kecil.

Sekarang? Kecil-kecil mainannya PS, game komputer, game facebook, dll. Ngga salah sih, cuma ada yang kurang.

Solidaritas, team work, leadership, kebersamaan, dan banyak nilai-nilai positif lainnya yang ada di permainan tradisional. Walau sederhana game-game itu sarat pembelajaran, yang justru dibutuhkan untuk survive di zaman seperti sekarang ini.

Sementara, game-game digital sekarang lebih cenderung menanamkan sifat indivualistik. Kalaupun ada game-game yang bisa bersosialisasi secara digital, ingat masa-masa kecil seperti itu yang dibutuhkan bukan bersosialisasi secara online, tapi sosialiasi offline. Ketemu temen, bermain bersama, dsb.

Pertanyaannya, apakah game-game tradisioal itu akan hilang? Tergantung bagaimana ntar anak cucu kita. Bagaimana dengan anak Anda? Apa game yang digemarinya saat ini?

About the Author: Arief Maulana

Just a simple writer. Menulis apa adanya, tanpa paksaan atau tekanan dari pihak manapun. Butuh tulisan yang lebih berbobot? Langsung dah ke www.AriefMaulana.com.

7 Comments + Add Comment

  • tapi ada kok mas game online yang membutuhkan kerja sama juga…tapi tetep aja…feelnya beda dengan lari2 beneran kaya bentengan :baca:

    • @lowongan kerja terbaru perusahaan bonafit | zaki, hahaha… Jelas. Komunikasi face to face perlu loh u/ perkembangan anak…

  • Hehe. . .mainan saya waktu kecil itu mas.
    Kalau anak saya cewek n mas dah tahu sendiri.
    Mainannya paling boneka, lompat tali, pasar2 an, masak2 an, engkle, dakon alias congkak, bola bekel n banyak deh..mainan offline

    • @Udin Hamd | Blogger 2 Inchi, bagus itu mas :D

  • Tentunya harus kita usahakan dari sekarang Mas Arief. Jangan sampai anak cucu kita kehilangan warisan leluhurnya. Karena bagaimanapun adanya, banyak permainan tradisional yang mendorong anak menjadi lebih kreatif :)

  • Saya juga sempat berpikir sama mas, bagaimana dengan permainan tradisional di masa mendatang. Kebetulan didaerah saya patek lele = batu lele, permainan favorit saya mas.

    Saya bisa menangkap dengan satu tangan (kiri atau kanan). Hehehe. Jadi nostalgia deh :cendol

Leave a comment

CommentLuv badge

Berlangganan Artikel

Daftar Email Anda Disini:

Delivered by FeedBurner

Healthy Life

Program Diet Sehat

Random Posts