20
2010
Akankah Game Tradisional Itu Hilang?
Hari ini saya memang sengaja tidak bergelut dengan aktivitas akademik, meski deadline Tugas Akhir + Tugas Merancang makin deket. Yah, sekali-kali pengen refresh.
Tapi bukan berarti membuang waktu sia-sia. Tetep ada aktivitas yang terschedule, mulai dari menjemput Ayah di Bandara Juanda Sidoarjo, ngirimkan Paket DVD Film “The Arrivals” ke customer, service printer ke Jhohan’s Comp, dan main-main ke Galeri Indosat.
Sepulangnya, saya melihat ada anak kampung kecil kumus-kumus main layangan sama temen-temennya. Wah jadi inget masa kecil dulu.
Saya ingat, waktu kecil dulu sukanya mainan : patek lele, gobak sodor, bentengan, layangan, kelereng (modal 2 butir, menang sampe punya kelereng sebanyak 3 kaleng susu 800mg), dll. Mainan tradisional yang seru.
Yah, dulu kan Play Station belum populer. Harganya masih 2 juta (zaman dulu mahal itu segitu). Dan yang punya mesti aja anak-anak yang kaya. Meski begitu tidak mengurangi kebahagiaan masa kecil.
Sekarang? Kecil-kecil mainannya PS, game komputer, game facebook, dll. Ngga salah sih, cuma ada yang kurang.
Solidaritas, team work, leadership, kebersamaan, dan banyak nilai-nilai positif lainnya yang ada di permainan tradisional. Walau sederhana game-game itu sarat pembelajaran, yang justru dibutuhkan untuk survive di zaman seperti sekarang ini.
Sementara, game-game digital sekarang lebih cenderung menanamkan sifat indivualistik. Kalaupun ada game-game yang bisa bersosialisasi secara digital, ingat masa-masa kecil seperti itu yang dibutuhkan bukan bersosialisasi secara online, tapi sosialiasi offline. Ketemu temen, bermain bersama, dsb.
Pertanyaannya, apakah game-game tradisioal itu akan hilang? Tergantung bagaimana ntar anak cucu kita. Bagaimana dengan anak Anda? Apa game yang digemarinya saat ini?
Berlangganan Artikel via Email ! Anda akan mendapatkan update terbaru via email dengan memasukan alamat email anda pada kotak di bawah ini lalu tekan "Berlangganan".

An article by


tapi ada kok mas game online yang membutuhkan kerja sama juga…tapi tetep aja…feelnya beda dengan lari2 beneran kaya bentengan
@lowongan kerja terbaru perusahaan bonafit | zaki, hahaha… Jelas. Komunikasi face to face perlu loh u/ perkembangan anak…
Hehe. . .mainan saya waktu kecil itu mas.
Kalau anak saya cewek n mas dah tahu sendiri.
Mainannya paling boneka, lompat tali, pasar2 an, masak2 an, engkle, dakon alias congkak, bola bekel n banyak deh..mainan offline
@Udin Hamd | Blogger 2 Inchi, bagus itu mas :D
Tentunya harus kita usahakan dari sekarang Mas Arief. Jangan sampai anak cucu kita kehilangan warisan leluhurnya. Karena bagaimanapun adanya, banyak permainan tradisional yang mendorong anak menjadi lebih kreatif :)
Saya juga sempat berpikir sama mas, bagaimana dengan permainan tradisional di masa mendatang. Kebetulan didaerah saya patek lele = batu lele, permainan favorit saya mas.
Saya bisa menangkap dengan satu tangan (kiri atau kanan). Hehehe. Jadi nostalgia deh :cendol
@Agung Prasetyo, hahaha… Sama mas.