7
2010
Bakat “Istimewa”
anak indigo
Hari ini kebetulan saya sedang agak senggang. Jadi bisa ngabisin jatah IM2 yang masih sisa 800MB full speed. Sambil balesin komentar yang masuk di blog, iseng saya gangguin seorang temen di jakarta yang malam ini ngelembur. Awalnya saya sih niat nakut-nakutin aja. Saya cerita semacam hal-hal yang rada ghaib gitu. Eh ternyata….
Temen saya itu ternyata punya bakat bawaan dari kecil. Penuturannya, sewaktu kecil dia bisa melihat ada yang mengikuti. Bukan manusia pastinya. Namun seiring dengan bertambahnya usia dan pada saat dia mendapatkan haid pertama (anaknya cewek), kemampuan melihat itu hilang. Yang tersisa hanya kemampuan merasakan saja.
Saya tanya juga, di komunitasnya apa ada juga. Dan dia menjawab ada. Bahkan meski sudah dewasa, malah bisa melihat dengan jelas. Mendadak saya jadi inget istilah anak indigo. Anak-anak yang terlahir dengan bakat “istimewa” (nanti link selengkapnya saya share). Entah yang benar mana, apakah versi medis atau memang ada kelebihan spiritual, tapi yang jelas mereka ada.
Kadang saya tanda tanya juga, darimana datangnya bakat itu? Apakah mungkin itu semacam warisan ilmu yang pernah didalami oleh nenek moyang tempo dulu (suka ngilmu yang aneh-aneh). Kalau versi temen saya tadi, kebetulan ada garis keturunan sama seorang tokoh yang punya ilmu berkaitan dengan yang halus-halus.
Ehm, tiba-tiba saya teringat dengan cerita ibu saya. Dulu kakek buyut (kakeknya ibu), punya santri halus (sebangsa jin). Bukan memelihara, tapi mereka yang ngikut karena ingin belajar agama. Kompensasinya, santri halus itu ikut menjaga keluarga. Pernah suatu sore, anak-anak + cucu mbah buyut disuruh masuk rumah dan jangan keliaran di luar. Pas ditanya kenapa, ternyata santri-santri halus dalam skala besar akan lewat. Jadi agar tidak mengganggu maksudnya.
Beberapa waktu sebelum meninggal, mbah buyut membawa semua santrinya ke sebuah gunung. Sengaja dirahasiakan agar tidak ada anak cucunya yang tahu. Karena walau bagaimana pun bakat untuk diikuti yang begituan ada. Kalau kuat dan bisa mengatur sih tidak masalah, kalau ngga kuat yang ada malah kita yang dikendalikan.
Cerita ibu saya anggap angin lalu. Saya berharap betul bakat itu hilang dan ngga sampe ke saya, hehehe… ngeri juga kadang membayangkannya. Lebih enak hidup sebagai manusia biasa yang normal dan beribadah apa adanya, ngga usah ngilmu yang aneh-aneh. Barangkali Anda ada yang punya bakat “Istimewa” seperti itu? Bisa share neeh.
Saya bukan bermaksud nakut-nakuti loh. Cuma sharing aja membuka wacana. Ini link tentang masalah anak indigo :
- Apakah Anak-Anak Anda Tergolong Anak Indigo?
- 7 Hal Penting bagi Orang Tua, Guru dan Masyarakat Tentang Anak Indigo.
- 9 Penderitaan yang Ditanggung Anak Indigo
- Film-film Bertema Anak Indigo
Semoga bermanfaat.
-
-
Berlangganan Artikel via Email ! Anda akan mendapatkan update terbaru via email dengan memasukan alamat email anda pada kotak di bawah ini lalu tekan "Berlangganan".

An article by

bakat alam kali mas

bakat dapat pertamax juga mas
@Maksum Priangga, bisa jadi


wah.. jadi menyorot yang ghaib2 nih mas? serem juga ah.
saya kurang paham kalau sudah menyentuh hal itu
@fadly muin, sebatas wacana aja mas. ada anak2 seperti itu. Jangan dikucilkan, kasihan. mereka udah nanggung beban berat soalny.
gejala seperti ini saya pernah baca buku otak tengah http://dahsyatnyaotaktengah.com
@Tjia Ngie, ke TKP
Serem juga kalau anak kecil sudah punya bakat seperti itu, akan jadi trauma berkepanjangan sampai dewasa. :bingung
@sugeng, belum tentu mas. Temen saya, dia bisa memanage itu. Dan sekarang malah jadi orang dengan multitalent. Disini peranan orang tua diperlukan banget hingga anak menjadi dewasa
bakat alam kali mas

bakat dapat pertamax juga mas
yang paling tersiksanya kali kalau orang2 gak nyadar bahwa mereka saat itu sedang membuat dia emosi dimasa depannya dan sedang merusak hidupnya bukan hanya itu tapi juga membuat dia sakit secara fisik dan mental dan kecewa karena niat utk belajar hilang karena dibuat lupa duluan bukan hanya itu saat dia sadar bahwa mereka sedang membuat dia menjadi kambing hitamnya dan dia tahu tidak bisa berbuat apa2 karena dia hanya seorang remaja dan mereka langsung membuat dia lupa semakin hari semakin dibuat putus asa dan merasa terus dibodohi karena tidak tahu mengatakan stop karena dia meihat teman dan guru itu sulit menghentikan apa yang sering mereka lakukan pada dia saat dia sekolah dan smakin dendam karena mereka pernah membuat dia gila dan dia merasa sepertinya mereka dengan sengaja karena saat dia hampir matipun sepertinya orang2 itu masih tetap mengulang apa yang sering mereka lakukan gila kali ya….