3
2010
Puisi Dari Seorang Kawan #2
#8 Nyanyian Putra Abimanyu
Ada lemah, ada lelah.
Tak ada hitam, tak mampu kelam.
Kau melukis angin percuma.
Hatiku padam seketika.
Kadang meracau, kadang berkicau.
Libra : penyeimbang.
Leo : penguasa hutan.
Dengar-dengar, tak ada lambang.
Tanpa sudut jalan.
Sejauh mana kau melangkah?
Memberi gurih pada senar aortaku yg sepi.
Pun lelah, terlelap oleh mimpi.
Kadang wiruta lebih bijak.
Namun bukan itu.
Kebaikanmu perlu dibajak.
Biar benih mampu tumbuh disitu!
Mau tahu apa?
3 kata buatmu
‘aku ini benalu’
-
#9 Kurang
Aku kurang, kau terang.
Aku garang, kau tenang.
Aku berperang, kau bersarang.
Puluhan kali sudah ternisbat, kalimat pisau yang keluar itu tak kamu larang.
Sudah sakit tajam hatiku selayak parang.
Selalu.
Aku karang,
kau kembang.
*Ps: Sini! Kamu saja yang jadi parang, biar tak hidup lagi aku ditangan sang dalang*
-
#10 Pusara
Senja termangu berbalut kelabu.
Perlahan kelam.
Menghitam.
Layak abu.
Pada pusara!
-
#11 Meneladani Sifat Para Tokoh Wayang
Tertuturlah pandawa 5. . .
Si sulung Raden Samiaji yang dikenal dengan nama Yudhistira.
Raden Bretasena atau Bima yang dengan Gada saktinya mampu menghabisi Jayadrata pun menguliti Arya Sangkuni.
Putra ketiga bernama Raden Permadi, yang tersohor karena ketampanannya pun kepiawaian dalam memanah. Dialah sang Arjuna.
Ketiga putra Pandu Dewananta tersebut, lahir dari Rahim Dewi Kunti.
Adapun si kembar Nakula Sadewa, bungsu dari Pandawa 5.
Tertanam dalam rahim Dewi Mandrim ,permaisuri kedua Pandu Dewananta.
Raden Permadi, sang Arjuna, tak banyak bercakap pun bertingkah. Hidupnya lebih sering ‘nelongso’ menyatu dengan rakyat jelata.
Hingga akhirnya pertempuran Kurusetra pada perang Baratayudha mengharuskan ia dengan gagah berani menghabisi Adipati Karna,yang juga saudara seibunya.
Arjuna tak kenal lelah mengadili para kurawa yang telah mengusir ia dan para pandawa lainnya dari Hastinapura.
Ialah pemanah terbaik yang sangat dibanggakan Resi Drona.
Hingga akhirnya ia menghadapi kenyataan pahit.
Pertempuran kurusetra membawa maut untuk Abimanyu, yang tak lain adalah anak yang paling dikasihinya.
Arjuna meradang.
Sumpah serapah meracau melalui mulutnya.
Maka, petang itu juga pasopati miliknya menelan korban jiwa, yang tak lain adalah suami Dursilawati, sang pembunuh Abimanyu.
Ketangguhan Arjuna disebut-sebut sebagai penyempurna kearifan Mendiang kakeknya, Abiyaksa.
Arjuna menurunkan banyak warisan pekerti pada anak cucunya.
Salah satunya adalah Parikesit.
Parikesit, putra Abimanyu, cucu Arjuna, berhasil memimpin negerinya.
Menjalin persahabatan dengan putra Dursilawati,yang tak lain adalah putra dari pembunuh Abimanyu,Sang ayah.
Lalu, apakah manusia mampu meneladani sifat-sifat para tokoh wayang?
-
#12 Rumput
Paut paut terpaut.
Paku paku terpaku.
Aku cintaku padaku.
Padaku cintaku.
Sendiri…
Sepi…
Rumput,
Terpaut,
Rumput,
Terpagut,
Menyambut Engkau sang lumut. .
-
#13 The day
‘my aphrodite, you are my day and my night’
i prefer the day to the night
for being the immortal knight
whose sword is long and strong
i prefer the day to the night
as the dreams come at night
give me those beast feeling
which is more hurting than killing
i prefer the day to the night
an immortal shine
an eternal light
very kind
i prefer the day to the night
since i knew
there is not me in your dreams
*for myself in this properous place
1pm, i didnt see ur face
2pm, 3pm,
too many times will kill me*
-
#15 Burnt
A flood
stinks my blood
A place
sparse my face
again
no retain
and more
break the core
for nothing to be done
u insist me lifting that gun. .
U beg
then i give my leg
-
#16 Hari Ini 13 Tahun Lalu
16 juli 2009
16 juli 1996
Hari ini 13tahun yang lalu, saat dengung adzan terdengar pada senja sore hari.
Hari ini 13tahun yang lalu, saat bumi menangis meluluhlantakan derap derap sabar, pada cinta kepada yang berharga.
Aku rindu sekarang
Kepadanya, Sang ayah
Ayahku. .
Hari ini, 13tahun lalu saat aku terlalu hijau untuk memegang hitam dalam kelambu.
Hari ini, 13tahun lalu saat kami melepas kandas engkau tak pulang lagi.
*aku rindu padamu Asep Ahmad Sambas Zakaria*
-
Ditulis Oleh : Mutiara Intan Permata
Berlangganan Artikel via Email ! Anda akan mendapatkan update terbaru via email dengan memasukan alamat email anda pada kotak di bawah ini lalu tekan "Berlangganan".

An article by


Koq cantik mas Arief? Hehehe