May
3
2010

Puisi Dari Seorang Kawan #2

#8 Nyanyian Putra Abimanyu

Ada lemah, ada lelah.
Tak ada hitam, tak mampu kelam.

Kau melukis angin percuma.
Hatiku padam seketika.
Kadang meracau, kadang berkicau.

Libra : penyeimbang.
Leo : penguasa hutan.
Dengar-dengar, tak ada lambang.
Tanpa sudut jalan.

Sejauh mana kau melangkah?
Memberi gurih pada senar aortaku yg sepi.
Pun lelah, terlelap oleh mimpi.

Kadang wiruta lebih bijak.
Namun bukan itu.
Kebaikanmu perlu dibajak.
Biar benih mampu tumbuh disitu!

Mau tahu apa?
3 kata buatmu
‘aku ini benalu’

-

#9 Kurang

Aku kurang, kau terang.
Aku garang, kau tenang.

Aku berperang, kau bersarang.
Puluhan kali sudah ternisbat, kalimat pisau yang keluar itu tak kamu larang.
Sudah sakit tajam hatiku selayak parang.

Selalu.

Aku karang,
kau kembang.

*Ps: Sini! Kamu saja yang jadi parang, biar tak hidup lagi aku ditangan sang dalang*

-

#10 Pusara

Senja termangu berbalut kelabu.

Perlahan kelam.

Menghitam.

Layak abu.

Pada pusara!

-

#11 Meneladani Sifat Para Tokoh Wayang

Tertuturlah pandawa 5. . .

Si sulung Raden Samiaji yang dikenal dengan nama Yudhistira.

Raden Bretasena atau Bima yang dengan Gada saktinya mampu menghabisi Jayadrata pun menguliti Arya Sangkuni.

Putra ketiga bernama Raden Permadi, yang tersohor karena ketampanannya pun kepiawaian dalam memanah. Dialah sang Arjuna.

Ketiga putra Pandu Dewananta tersebut, lahir dari Rahim Dewi Kunti.

Adapun si kembar Nakula Sadewa, bungsu dari Pandawa 5.
Tertanam dalam rahim Dewi Mandrim ,permaisuri kedua Pandu Dewananta.

Raden Permadi, sang Arjuna, tak banyak bercakap pun bertingkah. Hidupnya lebih sering ‘nelongso’ menyatu dengan rakyat jelata.

Hingga akhirnya pertempuran Kurusetra pada perang Baratayudha mengharuskan ia dengan gagah berani menghabisi Adipati Karna,yang juga saudara seibunya.

Arjuna tak kenal lelah mengadili para kurawa yang telah mengusir ia dan para pandawa lainnya dari Hastinapura.

Ialah pemanah terbaik yang sangat dibanggakan Resi Drona.

Hingga akhirnya ia menghadapi kenyataan pahit.

Pertempuran kurusetra membawa maut untuk Abimanyu, yang tak lain adalah anak yang paling dikasihinya.

Arjuna meradang.
Sumpah serapah meracau melalui mulutnya.
Maka, petang itu juga pasopati miliknya menelan korban jiwa, yang tak lain adalah suami Dursilawati, sang pembunuh Abimanyu.

Ketangguhan Arjuna disebut-sebut sebagai penyempurna kearifan Mendiang kakeknya, Abiyaksa.

Arjuna menurunkan banyak warisan pekerti pada anak cucunya.

Salah satunya adalah Parikesit.

Parikesit, putra Abimanyu, cucu Arjuna, berhasil memimpin negerinya.

Menjalin persahabatan dengan putra Dursilawati,yang tak lain adalah putra dari pembunuh Abimanyu,Sang ayah.

Lalu, apakah manusia mampu meneladani sifat-sifat para tokoh wayang?

-

#12 Rumput

Paut paut terpaut.
Paku paku terpaku.

Aku cintaku padaku.
Padaku cintaku.
Sendiri…
Sepi…

Rumput,
Terpaut,
Rumput,
Terpagut,
Menyambut Engkau sang lumut. .

-

#13 The day

‘my aphrodite, you are my day and my night’

i prefer the day to the night
for being the immortal knight
whose sword is long and strong

i prefer the day to the night
as the dreams come at night
give me those beast feeling
which is more hurting than killing

i prefer the day to the night
an immortal shine
an eternal light
very kind

i prefer the day to the night
since i knew
there is not me in your dreams

*for myself in this properous place
1pm, i didnt see ur face
2pm, 3pm,
too many times will kill me*

-

#15 Burnt

A flood
stinks my blood
A place
sparse my face

again
no retain

and more
break the core

for nothing to be done
u insist me lifting that gun. .

U beg
then i give my leg

-

#16 Hari Ini 13 Tahun Lalu

16 juli 2009

16 juli 1996

Hari ini 13tahun yang lalu, saat dengung adzan terdengar pada senja sore hari.

Hari ini 13tahun yang lalu, saat bumi menangis meluluhlantakan derap derap sabar, pada cinta kepada yang berharga.

Aku rindu sekarang
Kepadanya, Sang ayah
Ayahku. .

Hari ini, 13tahun lalu saat aku terlalu hijau untuk memegang hitam dalam kelambu.

Hari ini, 13tahun lalu saat kami melepas kandas engkau tak pulang lagi.

*aku rindu padamu Asep Ahmad Sambas Zakaria*

-

Ditulis Oleh :  Mutiara Intan Permata

Mutiara Intan Permata

'DD'

About the Author: Arief Maulana

Just a simple writer. Menulis apa adanya, tanpa paksaan atau tekanan dari pihak manapun. Butuh tulisan yang lebih berbobot? Langsung dah ke www.AriefMaulana.com.

1 Comment + Add Comment

Leave a comment

CommentLuv badge

Berlangganan Artikel

Daftar Email Anda Disini:

Delivered by FeedBurner

Healthy Life

Program Diet Sehat