Keperkasaan Label SNI

Written by Arief Maulana

Topics: Opini

SNI vs DOT

SNI vs DOT

Coba perhatikan status salah seorang teman saya di atas. Sebuah status ungkapan keprihatinan atas temannya yang ditilang oleh Polisi.

Kalau Anda berpikir temannya tidak pakai helm standar SNI, itu benar sekali. Malah helm yang dipakai oleh teman itu standarnya jauh lebih perfect dari SNI, yaitu DOT.

Di lapangan prinsip polisi “No SNI = Tilang”. Okelah kalo yg standarnya di bawah SNI. Tapi kalau ternyata di atas SNI masih ditilang juga, ini yang bodoh siapa yah?

Mari kita telusuri dasar pemberlakukan aturan Helm SNI ini. Tujuan pelabelan SNI adalah memberikan standar minimal dari sebuah helm dengan memperhatikan faktor keselamatan penggunanya (safety factor). Jadi bila terjadi benturan mengurangi potensi terjadinya efek negatif dari benturan.

Pegang keywordnya yah, SAFETY FACTOR. Nah, standar DOT sendiri udah ada sebelum gembar gembor SNI. Bahkan penuturan temen saya yang punya helm standar DOT, harganya jauh lebih mahal dari SNI.
Lebih penting dari itu, standar safety factornya lebih tinggi. Minimal sama lah dengan SNI. Tau sendiri lah, luar negeri kan kalau soal safety paling freak tuh. Ketat banget aturannya.

Oke oke oke, ini Indonesia. Ngga peduli apakah kualitasnya lebih tinggi yang jelas kalau ngga SNI, maaf kawan Anda melanggar aturan.

Tapi sayangnya TIDAK ADA KONSISTENSI dalam penegakan aturan. Kasarannya gini : Atasan paling atas bilang, “Oke gpp pake DOT.” Tapi atasan setingkat Polsek bilangnya, “No SNI = Tilang”.

Nah, mana yang bisa dipegang? Siapa yang mencla-mencle. Polisi di lapangan tentu ngotot nilang. Padahal ketika ada kawan Kaskuser yang tanya ke website resminya Polisi soal DOT ini jawabannya BOLEH. Monggo, cekidot disini Gan : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3758440

Kalau mau aman, mungkin bisa print tuh hasil tanya ke web resminya Polisi.

Ngga salah, kalau pada akhirnya masyarakat jadi males banget sama yang namanya polisi atau hukum di Indonesia.

Well, ini opini saya. Mohon maaf kalau ada yang tersinggung. Kalau ada temen-temen polisi yang mau komentar, saya malah senang. Kita bisa diskusi.

Jadi, helm Anda apa kawan? SNI atau DOT? Atau malah ngga standar?

10 Comments Comments For This Post I'd Love to Hear Yours!

  1. waaah bahaya nih polisi cuma cari duit buat makan nasi uduk :ngakak:

    Klik untuk membalas

    Arief Maulana Reply:

    @Arief Rizky Ramadhan, duit kan udah dapet tuh dari gaji. Mestinya klo kurang ya bisnis gitu. Masa kalah sama anak SMP. Tul ngga?

    Klik untuk membalas

  2. sodara saya ada juga yang hampir di tilang gara-gara pake helm DOT tuh…pas diberentiin dia bilang sama tuh polisi “pak ya udah deh tilang aja gak papa, nanti saya bawa helm ini ke sidang, dan pengen tau gimana reaksi si hakim kalo saya kena tilang pake helm kaya gini” :melet:

    Klik untuk membalas

    Arief Maulana Reply:

    @zaki | lowongan kerja perusahaan bonafit, hahaha.. Takut yah polisinya.

    Klik untuk membalas

  3. cincin emas says:

    ah… elu, kayak kaga ngarti polisi aja…
    dukung terus kekakuan birokrasi..hidup birokrasi..!

    Klik untuk membalas

    Arief Maulana Reply:

    @cincin emas, gini ini yg suka bikin bangsa kita ngga maju. Penegak hukumnya aja mbelerrr…

    Klik untuk membalas

  4. fadly muin says:

    gaung SNI saya rasa tidak terlalu gempar. kebanyakan masyarakat menerima saja aturan ini. mungkin karena merasa ini demi keselamatan sendiri.

    saya juga baru tau tuh, kalau ada perkara seperti itu dilapangan. patut disayangkan. sebab ini bukti kalau pengetahuan alat keselamatan kurang dikuasai oleh polisi secara merata.

    jadi menurut saya, aturan ini perlu direvisi kembali

    Klik untuk membalas

    Arief Maulana Reply:

    @fadly muin, betul mas. Saya kira sosialiasi terhadap petugas di lapangannya yg kurang. Semacam ada miss information dari atas ke bawah.

    Karena di website resminya saja DOT diperbolehkan.

    Klik untuk membalas

  5. Erdien says:

    Hahaha… itu kan salah satu bisnis sampingan sebagian “oknum” polisi Mas. Biarin dah, nanti juga kena akibatnya sendiri tuh :sip:

    Klik untuk membalas

    Arief Maulana Reply:

    @Erdien, kok ngga bisnis online aja yah. Hahaha…

    Klik untuk membalas

Leave a Comment Here's Your Chance to Be Heard!

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes