Apr
17
2010

Review : Adriana – Labirin Cinta Di Kilometer Nol

Adriana

Adriana

“Jika karpet itu berganti lima kali, aku akan menjumpaimu di tempat dua ular saling berlilitan pada tongkatnya, saat proklamasi dibacakan.”

Itu adalah petunjuk pertama yang diberikan oleh Adriana kepada Mamen, ketika pemuda itu menanyakan kepada Gadis muda nan cerdas kapan mereka bisa bertemu lagi. Apes banget nampaknya Si Mamen, gadis  yang ditemuinya tidak sekedar cantik namun juga misterius.

Meski demikian Mamen tidak menyerah begitu saja. Meski nampak sulit dan rada pesimis, Mamen menjadi bersemangat untuk mengejar gadis impiannya itu, Adriana. Untunglah Mamen yang ketika SMAnya paling malas dengan pelajaran sejarah, punya teman bernama Sobar yang dikenal cukup cerdas. Berdua mereka saling bahu membahu memecahkan teka-teki tersebut.

Teka-teki pertama terpecahkan dengan bantuan Sobar. Mamen pun menunggu di tempat Adriana menunggu. Sayang, ternyata tempatnya salah hingga pertemuan mereka gagal. Fiuh.. Mamen memang harus banyak belajar soal sejarah, jika ingin bisa menemui gadis impiannya itu. Untunglah Adriana masih memberikan kesempatan kedua dengan teka-teki berikutnya :

“Harinya adalah tiga hari setelah Fatahillah mengusir Portugis dari Pelabuhan Sunda Kelapa. Masanya sampai pada Perang Diponegoro. Namun orang-orang merana itu tahu, saat mati, jasad mereka akan merana terkubur jauh dari tanah tumpah darah mereka sendiri. Aku yang menunggumu adalah Adriana pada mimpinya yang tak pernah mati.”

Ini neeh yang namanya mengejar impian perlu perjuangan. Pasalnya belum cukup 2 teka-teki itu, masih ada banyak teka-teki lainnya :

“Dia menjual mobilnya untuk membangunku, temui aku di tempat aku menunjuk. Pda waktu wafatku, Adriana.”

“Besok saat tiga dalam satu berakhir sang penari harus menemui tuan tanahnya di kepala naga saat gelap.” Dan masih banyak lagi teka-teki lainnya. Bagaimana kisah selanjutnya? Kapan dan dimana tepatnya Adriana dan Mamen pada akhirnya akan bertemu? Hehehe… rahasia! Pecahkan dulu teka-tekinya!

Pada saat launchingnya dulu, 14 Februari 2010 di Jakarta, saya ingin sekali hadir disana sekalian bertemu dengan temen-temen Genk Hermes. Namun banyaknya kendala teknis tidak memungkinkan. Akhirnya saya minta ke Rahne Putri (salah satu Genk Hermes) untuk membelikan buku ini sekaligus memintakan tanda tangan 2 penulis (Genk Hermes juga) dan anak-anak Genk Hermes lainnya.

Keunikan buku ini dibanding novel-novel romantika sejenis lainnya adalah, balutan sejarah yang dikemas dengan baik oleh dua penulis dalam cerita yang bisa membuat Anda larut. Apalagi kalau Anda orang Jakarta. Saya pastikan usai membaca buku ini, Anda pasti akan berkeinginan untuk tour ke tempat-tempat bersejarah yang disebutkan di dalam novel ini. Boleh dibilang inilah cara asyik dan tidak membosankan untuk belajar sejarah.

Selain itu, buku ini dibuat dalam 2 bagian dalam 2 sudut pandang. Bagian pertama, ditulis dalam sudut pandang Mamen (ditulis oleh Fajar Nugros) dan bagian kedua, ditulis dalam sudut pandang Adriana (ditulis oleh Artasya Sudirman). Anda bisa pilih, mau menikmati dari sudut pandang yang mana dulu. Karena pada akhirnya Anda tetap harus membaca seluruhnya, karena ada beberapa hal yang hanya ada di salah satu bagian saja.

Gara-gara buku ini juga, saya jadi seneng ke Perpustakaan. Barangkali saja, ketemu “Adriana” disana, hahaha… Pokoknya buku ini asyik untuk menemani waktu senggang Anda. Hati-hati, sekali Anda baca biasanya ngga mau berhenti sampai selesai gara-gara penasaran sama teka-tekinya.

Selamat berakhir pekan.

About the Author: Arief Maulana

Just a simple writer. Menulis apa adanya, tanpa paksaan atau tekanan dari pihak manapun. Butuh tulisan yang lebih berbobot? Langsung dah ke www.AriefMaulana.com.

11 Comments + Add Comment

  • Komen disini ya mas…

  • Pagi mas arif,blog walking nih. mmmm novel? Agak kurang suka ama novel-novelan. Sukses selalu. Assalamualaikum :ngacir:

    • @Fikar, selera masing2 lah. Sy sih suka novel u/ melatih imajenasi yg berujung pada peningkatan kreativitas :D

      • bung, novel ini di sidoarjo ato surabaya ada gak?

  • Adriana bagus tuh untuk memperbaiki keturunan. Selain cakep, pinter lagi.:ngakak::ngakak::ngakak:

    • @Bisnis di Internet, betul betul betul… Makanya saya nongkrong di perpus sekarang :ngakak :ngakak :ngakak

  • [...] The Hermes lewat karya-karyanya yang asik dan kadang cukup fenomenal. Seperti buku “Adriana – Labirin Cinta Di Kilometer Nol“, adalah salah satu karya [...]

  • [...] masih punya keinginan untuk tour ke tempat-tempat wisata bersejarah yang dituliskan di novel “Adriana – Labirin Cinta di KM 0“. Keliatannya lebih menyenangkan daripada hanya sekedar ngemall dan ngemall lagi. Nah, buat [...]

  • Adriana… novel yg keren bgt. ketika membacanya, aku tenggelam dalam sebuah dunia bersama rasa penasaran yang luar biasa dan semangat yang menggelora. jadi jatuh cinta sama penulisnya huehehehe :D
    adrina recently posted..Flashback: Pertemuan 1 Tahun Yang LaluMy Profile

    • @Adrina, yes. Novel yang sangat smart. Aku sih jadi jatuh cinta dengan seseorang… hahaha

Leave a comment

CommentLuv badge

Berlangganan Artikel

Daftar Email Anda Disini:

Delivered by FeedBurner

Healthy Life

Program Diet Sehat