5
2010
Silver Maried
Dulu, kalau ikutan Vision Seminar ataupun Exclusive Meeting, saya selalu dapet recognition “The Silver Planner” karena mampu bertahan dan konsisten presentasi minimal 15x dalam 1 bulan.
Rasanya senang dong. Bayangin, maju ke atas panggung. Say 1-2 patah kata dan mendapatkan antusias serta penghargaan dari seluruh audiens.
Tapi hari ini tidak saya seorang yang berbahagia. Hari ini yang berbahagia adalah kami sekeluarga. Ayah dan Ibu (khususnya), saya, Firman dan Wulan (umumnya).
Kami berbahagia karena tepat pada tanggal yang sama, 25 tahun yang lalu ayah dan ibu melangsungkan pernikahan. Cikal bakal sekaligus jalan hingga saya dan adik-adik bisa menikmati dunia ini.
Ya, Silver Maried atau bahasa pribuminya Pernikahan Perak. Syukur yang luar biasa, mengingat belakangan marak sekali berita-berita kawin-cerai-kawin-cerai.
Ga cuma kalangan artis, beberapa temen saya pun sempat mencicipi kondisi broken home.
Inilah yang membuat saya sangat bersyukur. Kondisi rumah tangga yang sengaja dibuat kondusif oleh kedua orang tua, membuat saya dan adik-adik bisa tumbuh dan berkembang dengan maksimal, tanpa kekurangan kasih sayang.
Slogan my home is my heaven bener-bener terwujud. Semoga kelak saya pun bisa menduplikasikannya dalam rumah tangga saya sendiri.
Sekali lagi untuk Ayah dan Ibu, happy Silver maried. Mari lanjutkan sampai Golden Maried dst, amin…
Berlangganan Artikel via Email ! Anda akan mendapatkan update terbaru via email dengan memasukan alamat email anda pada kotak di bawah ini lalu tekan "Berlangganan".

An article by


Lanjutkan . . .
Kapan Ne mas “merealisasikan” di rumah tangga sendiri.
Alhamdulillah,,, keluarga Fenny juga sangat – sangat kondusif hingga Fenny dan saudara – saudara bisa tumbuh menjadi seorang yang tangguh dan tahan banting,, Terima kasih Bapak Ibu…miss u
@Fenny Ferawati, ah… ntar dulu. Kuliah aja belon kelar…
Bagus tuh Mas, harus dijadikan teladan. Moga keaadaan tersebut menular pada semua anak-anaknya, amin!