Mar
28
2010

Pasir, Batu, dan Sahabat

Oasis

Oasis

Dua sahabat tengah berjalan melintasi gurun pasir yang ganas. Bersama-sama berjalan untuk mencapai sebuah kota tua di penghujung gurun.

Suatu ketika, di tengah perjalanan mereka terlibat pertengkaran yang sangat sengit. Hingga salah satunya menampar wajah sahabatnya.

Yang ditampar merasa sakit. Tidak hanya fisik namun juga hatinya. Ia tidak melampiaskan rasa sakitnya dengan sepatah kata pun, hanya menuliskan di pasir :

“Hari ini, sahabat baikku menampar wajahku!”

Mereka pun meneruskan perjalanan sampai pada akhirnya menemukan sebuah oasis. Tempat yang indah dan nyaman untuk sekedar beristirahat dan mandi.

Saat berjalan mendekati genangan air, tiba-tiba sahabat yang tertampar wajahnya terjebak dalam pasir hisap. Perlahan dia mulai tenggelam.

Untunglah sahabatnya datang menyelamatkannya, tepat sebelum pasir itu menenggelamkan wajah yang tertampar itu.

Usai memulihkan diri, sahabat yang tertampar tadi kemudian mengambil sebuah batu dan mengukir di batu tersebut :

“Hari ini sahabat baikku telah menyelamatkan hidupku.”

Sahabat yang menampar sekaligus menyelamatkan tadi heran dan bertanya,

“Ketika aku menamparmu kau menuliskannya di pasir sementara ketika aku menyelamatkanmu, kenapa kau repot-repot mengukirnya di sebuah batu?”

Sahabat itu pun menjawab dengan lirih, tenang, dan tersenyum,

“Ketika seseorang menyakiti, kita seharusnya menuliskannya di pasir. Sehingga angin bisa meniupnya lenyap tak berbekas dan kita pun bisa memaafkannya.”

“Adapun ketika seseorang berbuat kebaikan, kita harus mengukirnya di batu cadas. Agar tidak ada satu anginpun yang sanggup menghapus ingatan indah itu.”

Orang bijak pernah berkata,

“Memerlukan waktu 1 menit untuk bisa menemukan orang yang special. 1 jam untuk menghargainya. 1 hari untuk bisa menyukai dan mengasihi. Tapi dibutuhkan waktu seumur hidup untuk melupakannya.”

Selamat berakhir pekan, Kawan. Semoga refleksi kisah ini membawa manfaat untuk kita semua.

Enjoy my blog, happy blogwalking!

About the Author: Arief Maulana

Just a simple writer. Menulis apa adanya, tanpa paksaan atau tekanan dari pihak manapun. Butuh tulisan yang lebih berbobot? Langsung dah ke www.AriefMaulana.com.

15 Comments + Add Comment

  • terharuuu…:nangis::nangis:

  • sangat bijak nih nasehatnya:sip:

    • @Pasutrisatu, namanya juga ‘pesen orang bijak’ :hihi:

  • mengharukan……..dahsyat..luar biasa….:sip::sip:

  • cerita2 beginian yg patutu dikoleksi oleh org2 modern saat ini, dimana persahabatan diartikan hanya dari segi materi.

    • @Andrik Sugianto friend or money, friend or money, with money you can buy a friend
      :ngakak: :ngakak: :ngakak:

      *dikemplang cinta laura, mlesetin lagunya*

  • Tulisannya sangat menggugah mas…cerita ini mengingatkan saya kepada masa lalu…thanks sdh mengingatkan mas

    • @sahar daeng sikki, sampe diem-diem dicopas lagi yah mas ke notes facebook
      :hihi: :hihi:

  • Mengenang kebaikan seseorang memang lebih indah dan penuh maslahah. Sementara mengenang kejelekan seseorang hanya akan meracuni hidup karena madaratnya.

  • “Memerlukan waktu 1 menit untuk bisa menemukan orang yang special. 1 jam untuk menghargainya. 1 hari untuk bisa menyukai dan mengasihi. Tapi dibutuhkan waktu seumur hidup untuk melupakannya.”

    I like it…

    :sip:

    • @Agus Siswoyo, yeah. Ungkapan itu emang cool. Mantaplah orang bijak yang mengeluarkannya. Sayang, namanya tak dikenal (anonymous)

  • klo sahabat jadi cinta? :nangis:

    di ukir di hati kali ya mas heeee….tapi antara single dan single pastinya.. :cendol

  • jangan sampai suatu hal menjadi seperti kata pepatah “panas terik satu tahun dihapuskan dengan hujan sehari”, dan semoga blog ilmuperbankan.blogspot.com yang kami dirikan akan menjadi pengingat bagi seluruh blogger yang sering berkunjung dan mendapatkan manfaat darinya, dan dapat meninggalkan jejak kebaikan-nya di semua dunia maya di Indonesia

Leave a comment

CommentLuv badge

Berlangganan Artikel

Daftar Email Anda Disini:

Delivered by FeedBurner

Healthy Life

Program Diet Sehat