Kalau ada minggu paling ngga produktif di bulan Maret, saya rasa 1 minggu ini. Sengaja memang, bermalas-malasan. Atau kalau bahasa kerennya Mbak Trinity, the art of doing nothing.
Berawal dari hari senin, yang mana adalah ‘harpitnas’. Mood sedang malas sekali untuk produktif. Akhirnya saya kontak perantara job Ghost Writer untuk stop dulu sampai pertengahan April.
Selasa? Libur. Diminta nganterin ortu ke rumah saudara di Surabaya. Ada pembicaraan penting terkait masalah salah satu adik ayah.
Rabu? Diminta mengantar ayah ke Juanda Int’l Airport siangnya. Jadi saya memutuskan bangun tidur agak siangan. Tentu tidak melewatkan shalat subuh hehehe…
Kamis? Lagi-lagi kerjaan cuma tidur, makan, baca buku, tidur lagi. Hanya malamnya mesti balik lagi ke Juanda, jemput ayah yang kembali dari Jakarta.
Jum’at? End of working day. Mestinya sih saya ke kampus buat ngereport Tugas Akhir. Berhubung sejak senin komitmen mau bermalas-malasan, saya rescheduling janji ketemu dosen ke minggu depannya.
Sabtu? JJS ke Tunjungan Plaza Surabaya. Ambil jam tangan yang diservis + ganti batere jam tangan gratis. Sorenya, ke Unair Kampus B liat adik lomba. Malam baru pulang.
Minggu? Maunya sih leyeh-leyeh seharian. Apa daya siangnya mesti melakukan rally journey dengan rute : sidoarjo – surabaya – sidoarjo – pacet – sidoarjo. Dan tiba di rumah dengan sangat lelah.
Lantas, waktu luang dihabiskan dengan apa? BACA BUKU. Ya, saya memang lebih suka baca buku ketimbang liat tv yang sekarang banyak acara ngga jelasnya.
2 buku yang saya habiskan minggu ini, tentu saja di luar konteks bisnis & kuliah. Niatnya males-malesan kan! Jadi kudu konsisten. Dan akhirnya saya mutusin baca ‘La Tahzan for Jomblo’ (Asma Nadia) + ‘The Naked Traveller’ (Trinity).
Inti dari semua ini? Saya memang sengaja memutuskan untuk bermalas-malasan. Lepas dari urusan bisnis online ataupun kuliah. Biar tidak jenuh.
Ketika orang sudah sampai pada titik puncaknya, kecenderungannya adalah langsung berbalik dan down sampai bawah. Daripada itu terjadi, saya mainkan ritmenya. Naik turun.
Well, inilah jalan saya menjaga produktivitas. Tidak selalu on fire. Sesekali perlu menurunkan ritme. Terlalu dipaksakan terus hanya akan membuat saya berada pada titik balik dengan cepat.
Sama analoginya dengan ketika Anda disuruh makan terus menerus makanan kesukaan Anda. Meski Anda suka, kalau terus dejejali seperti itu, tentu akan ada rasa eneg luar biasa. Pada akhirnya setiap kali Anda melihat makanan itu, langsung mual-mual ngga jelas.
Ini refleksi saya minggu ini. Bagaimana dengan Anda kawan?
Enjoy my blog, happy blogwalking!

















Wah… Sepertinya berada dalam kebalikan titik puncah itulah yang saya alami selama beberapa minggu lalu… Sungguh nggak produktif… Enak nih Mas Arief udah punya ilmunya.
Btw, kayaknya mulai akrab nih dengan nama Asma Nadia. Penulis yang lagi naik daun ya…
Klik untuk membalas
Arief Maulana Reply:
March 22nd, 2010 at 7:51 pm
@Hangga Nuarta, yaitu tadi dek. Sesekali break dulu biar ngga blenger.
Sebenernya aku dah pernah baca beberapa novel Mbak Asma waktu remaja dulu, jadi ga terlalu asing sama tulisannya.
Entah kenapa belakangan kok kepengen aja baca lagi tulisan beliau. Makanya waktu kemarin hunting buku ke TM Bookstore, aku beli 2 bukunya
Klik untuk membalas
Klik untuk membalas
Arief Maulana Reply:
March 22nd, 2010 at 8:09 pm
@Alfred,
Klik untuk membalas
aktivitas yang enak sekali buat disimak,,,
Klik untuk membalas
Arief Maulana Reply:
March 22nd, 2010 at 8:08 pm
@Fikar, bisa kaya gitu karena kuliah tinggal TA & TM aja. Hahaha…
Klik untuk membalas
Iya Mas, sesekali perlu relaksasi biar energi motivasinya dahsyat lagi
Klik untuk membalas
Arief Maulana Reply:
March 23rd, 2010 at 9:27 am
@Erdien,
Klik untuk membalas