Mar
15
2010

Dari, Oleh, Untuk Orang Baik

orang baik

orang baik

# PART 1
Kemarin, ketika saya mengantarkan adik kembali ke pondok pesantrennya ada kecelakaan yang tepat terjadi di depan mata saya sendiri.

2 buah sepeda motor saling bertabrakan, yang 1 patah tulang parah, yang lain cedera ringan.

Tidak butuh waktu lama masyarakat sekitar datang dan menolong. Urusan siapa yang salah, nanti. Yang penting korban diselamatkan dulu. Syukurlah RS terdekat tidak jauh.


# PART 2
Beberapa waktu yang lalu, sempat saya berada 1 angkot dengan seorang ibu paruh baya yang salah jurusan.

Begitu si kernet tahu, dia menghentikan angkot, menurunkan ibu itu tanpa meminta bayaran. Kemudian mencarikan angkot yang jurusannya sesuai dengan keinginan si ibu tadi.

# PART 3
Seorang kawan saya, Fadly Muin, pernah kehilangan sebuah HP. Biasanya, HP kalau sudah hilang sulit untuk kembali. Tapi ternyata dalam kasus ini tidak.

Ketika mas Fadly menelpon HPnya, ternyata mahasiswi yang menemukan sudah mengamankannya. Dia pun meminta mas Fadly mengambil saja di rumahnya, tanpa minta imbalan apa-apa.

# PART 4, 5, 6 dst…
Tulis kisah Anda disini : …

Semua kisah di atas adalah kisah nyata. Dan masih banyak kisah nyata lainnya yang menggambarkan kondisi bahwa sesungguhnya JUMLAH ORANG BAIK LEBIH BANYAK DARI ORANG YANG TIDAK BAIK!

Padahal tidak sedikit yang bilang, “susah mencari orang baik di zaman edan seperti sekarang ini”. Kadang jadi tanda tanya juga sih, siapa yang buat pernyataan itu.

Karena saya merasa, meski ada segelintir orang tidak baik, di lingkungan saya banyak orang baiknya.

Terlepas siapa pencetusnya, pernyataan itu bagai doktrin tak terbantahkan, meresap dalam benak hampir setiap orang. Membuat kita satu sama lain saling skeptis. Membuat kita jadi ragu untuk saling berbuat baik. Betul ngga?

Pager rumah tinggi-tinggi. Kalau perlu lapis alarm + tambah anjing penjaga. Masih kurang? Tambah satpam.

Jangan berbicara dengan orang yang belum kita kenal. Pasang sikap defensif. Waspada dengan ‘negatif thinking’.

Pertanyaannya, apa enak hidup seperti itu? Bagaimana jika mereka sama baiknya seperti Anda memandang diri Anda baik?

Saya percaya, Anda orang baik. Dan masih banyak orang baik di luaran sana. Saya yakin kisah-kisah penuh kebaikan yang tidak pernah dibukukan jauh lebih banyak dari pemberitaan media tentang orang yang tidak baik.

Dan percayalah, orang baik akan selalu berkumpul dengan orang baik. Itu mekanisme alam yang tak terbantahkan.

Jadi, jangan berhenti jadi orang baik yah! Biar part 4, 5, 6, dst terisi dengan kisah kebaikan hati Anda. Eits, Anda benar orang baik kan?

Enjoy my blog, happy blogwalking!

About the Author: Arief Maulana

Just a simple writer. Menulis apa adanya, tanpa paksaan atau tekanan dari pihak manapun. Butuh tulisan yang lebih berbobot? Langsung dah ke www.AriefMaulana.com.

23 Comments + Add Comment

  • :pertamax orang baik selalu :pertamax gan!

    • @mh, hahaha… Bisa aja

    • @mh, orang baik juga bisa meng-ikhlaskan :pertamax untuk yang lebih tua…
      :uhuk:

  • orang baik disayang Robb :rate

    • @prasetyo, UUS –> ujung-ujungnya surga :D

  • sebenarnya ungkapan bahwa ”zaman sekarang susah cari orang baik” salah banget,tapi mereka yg beranggapan seperti itu sendiri yang enggan berbuat kebaikan

    • @hakim, istilahnya ngeless doang ya mas :D

  • mulai sekarang harus membuka diri dari serangan orang-orang baik nih. jangan melulu mengurung diri dari ancaman orang-orang jahat.

    trims linknya mas :) :rose:

  • Buat baik di balas kebaikkan , tp klo sdh buat baik dan yg diterima tdk sesuai harapan.. ya lanjutkan buat baik aja. :sip:

    • @MasterClickCom, betul. Biarkan yg membalas yg di atas. Karena biasanya balasannya lebih baik.

      Hanya saja mungkin tidak langsung, melainkan menunggu waktu yg tepat, saat kita benar-benar butuh pertolongan.

  • Orang baik sangat penting untuk zaman sekarang

  • :sip: yups bner banget mas, musti baik biar kebawa baik heeee..

    mungkin jamanya krisis kepercayaan kali y

    • @Muhammad Arifin, iya. gara-gara mikirnya banyak orang jahat, jadi saling ga percaya

  • Mutiara akan tetap menjadi mutiara walau berada dalam lautan lumpur :sip:

    • @Erdien, walau kadang u/ jadi mutiara prosesnya sulit & menyakitkan :D

  • meneruskan ungkapan kang Vidzas:
    seperti teratai, ia tetap menumbuhkan bunga yang putih dan indah meskipun hidup dalam kubangan lumpur:sip:
    #PART 4
    minggu kemarin saya ke Bandung. di tengah perjalanan saya setor uang dulu ke BCA. kebetulan waktu itu saya bawa kartu ATM. setelah mengisi slip setoran, saya pun antri. ketika sedang antri, datanglah seorang karyawan bank tersebut sambil bertanya, “ada yang kehilangan kartu ATM?”. refleks saya meraba saku celana dan baju saya, dan ternyata memang itu ATM saya…saya pun mengacungkan tangan, “itu punya saya, pak”. akhirnya si bapak tadi memberikan ATM saya sambil tersenyum. alhamdulillah …

    • @belajar investasi, wah mantap. Diisi juga part 4 nya. Ini yg saya tunggu. Hehehe…

  • [...] lama juga sejak postingan terakhir saya tentang orang-orang yang baik. Dan nampaknya kali ini saya masih betah posting soal yang baik-baik. [...]

  • Waduh, saya masih belum tobat mas, jadi belum pantas baca artikel ini…
    :hihi:

Leave a comment

CommentLuv badge

Berlangganan Artikel

Daftar Email Anda Disini:

Delivered by FeedBurner

Healthy Life

Program Diet Sehat