Donor Darah Ngga Bikin Kita Mati

Blood For Life

Blood For Life

Hari ini saya menyempatkan diri untuk mampir ke Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Cabang Sidoarjo. Seperti biasa, sudah menjadi rutinitas saya setiap 3 bulan sekali untuk mendonorkan darah. Rasanya ngga enak aja kalau berhenti, dan lagi pula tubuh saya rasanya fresh banget setiap usai mendonorkan darah.

Tahap awal dari proses donor darah biasanya adalah pengecekan darah. Sebelumnya saya sempat dikagetkan waktu anak SMK (lagi kerja praktek disana) menanyakan apakah saya sudah mendapatkan piagam penghargaan 20x donor darah. Setahu saya kalau ngga salah 25x baru dapet piagam, dan petugas PMInya membenarkan. Bener-bener cepet waktu berjalan. Rasanya baru kemarin saya dapet penghargaan 10x donor eh, udah mau yang ke-25.

Saya jadi inget awalnya dulu. Aktivitas donor darah pertama saya lakukan ketika masih duduk di bangku SMA. Waktu itu diajakin temen-temen bolos jam pelajaran. Alasannya donor darah. Awalnya sih saya nolak, karena niatnya kok begitu (anak baik dan tidak suka membolos). Sampai akhirnya saya mengiyakan, dengan niat yang lebih baik yaitu ingin tahu rasanya donor darah dan ingin berbuat sosial kemanusiaan.

Kegiatan ini sering kali dianggap remeh oleh banyak orang. Mereka tidak akan pernah merasa betapa berharganya 1 kantong darah, hingga dihadapkan pada posisi membutuhkan. Padahal bagi kita yang sehat dan memenuhis syarat, 1 kantong darah itu sedikit sekali. Tidak berpengaruh apa-apa, dan yang pasti tidak akan membuat Anda mati.

Beberapa keuntungan yang bisa didapat dari aktivitas donor darah ini antara lain :

  • Tubuh menjadi lebih segar. Kalau dianalogikan sih seperti sepeda motor yang ganti oli. Gimana rasanya? Tentu lebih josh. Sama. Dengan Anda mendonorkan darah ‘lama’, maka tubuh akan memproduksi darah baru untuk menutup jumlah volume darah yang berkurang. Inilah yang akan membuat tubuh Anda menjadi lebih sehat dan segar.
  • Menyelamatkan jiwa orang lain. Salah satu dilema yang dihadapi oleh PMI saat ini adalah, jumlah darah yang dibutuhkan dengan jumlah darah hasil donor jauh timpangnya. Karena itulah 1 kantong darah bisa dijual sangat mahal oleh PMI. Dengan kita bergerak mendonorkan darah, kelangkaan ini bisa ditekan sehingga memungkinkan siapapun yang butuh darah bisa menjangkaunya.
  • Balasan kebaikan dari Tuhan. Ada satu yang suka saya pikirkan, bagaimana jika nanti saya yang mengalami kecelakaan dan membutuhkan banyak darah. Adakah yang bersedia menolong? Nah, hal itu yang menggerakkan saya. Makanya saat kita bisa berbagi, maka berbagilah. Hingga nanti ketika suatu saat kita membutuhkan, Tuhan menggetuk hati orang-orang untuk berbagi dan menolong kita.

Jadi, buat kawan-kawan yang memang memenuhi syarat ayo kita beramai-ramai mendonorkan darah kita. Kalau perlu Anda bergabung dengan milis Blood For Life. Biasanya nanti diinfokan bila ada event ataupun jika ada permohonan darah yang sifatnya urgent.

Jangan takut kawan, mendonorkan darah tidak akan membuat Anda mati. Enjoy my blog, happy blogwalking!

Share on Facebook

12 Responses to “Donor Darah Ngga Bikin Kita Mati”

Leave a Reply

:hihi: :hiks: :melet: :nangis: :ngakak: :puyeng: :sip: more »

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes