Ini Dia, Cocok Untuk Saya

Oleh : arief maulana
Hari ini saya diminta oleh ayah untuk mengantarkan Beliau beserta Ibu ke Tunjungan Plaza cari jam tangan dan ke toko trophy yang ada di Jl.Embong Malang Surabaya menduplikatkan piala marmer wulan.
Ada beberapa kejadian ketika saya dan ortu mencari toko yang bisa menduplikatkan trophy.
PERTAMA. Kami mendatangi toko yang bisa dibilang memiliki komponen penyusun trophy hampir sama dengan susunan yang ada di trophy Wulan.
Awalnya kami berniat menduplikatkannya disana meski harganya terbilang mahal. Namun ketika pemilik toko memanggil pekerjanya, nampak ada keraguan dari si tukang. Apalagi ayah minta kalau bisa sama persis. Dan kami pun tidak jadi menduplikatkan trophy disana.
KEDUA. Di toko berikutnya kami bertemu dengan pemilik toko yang dari tampangnya, seperti agak meremehkan.
Setelah contoh trophy diberikan, alih-alih berusaha membuatkan yang mirip dia malah agak memaksa menggunakan model trophy lain yang mirip.
Penjual menutup peluang terjadinya negosiasi lebih lanjut. Padahal bisa kan membuatkan 1 yang mirip dengan konsekuensi harga lebih mahal. Toh bisa tetap take profit ![]()
Dan saya kira itu tidak masalah karen yang kami kejar adalah kualitas & ayah juga tipikal pelanggan yang royal, asal kualitas terpenuhi.
KETIGA. Di toko ke tiga inilah akhirnya kami menjatuhkan pilihan untuk menduplikatkan trophy. Sejak awal kami datang sambutannya ramah sekali.
Pun ternyata meskipun kami hanya pesan satu yang bersangkutan menyanggupinya. Dan dia bisa memberikan yang persis seperti apa yang diminta?
Harga? Jauh lebih miring dari toko-toko sebelumnya. Dan ke toko inilah nantinya saya dan keluarga akan mereferensikan bila ada teman atau siapapun yang butuh trophy.
Semoga bisa dipetik hikmahnya kawan. Seperti yang pernah saya tuliskan di blog bisnis, jangan main-main dengan pelanggan Anda!
Share on Facebook


Dik Wulan masuk grandfinal English Debate tingkat Nasional ya mas?
Klik untuk membalas
Arief Maulana Reply:
March 6th, 2010 at 10:58 pm
@Agus Siswoyo, belum mas. Sejauh ini masih di level se-Jawa Timur & Bali
Klik untuk membalas
Agus Siswoyo Reply:
March 6th, 2010 at 11:03 pm
@Arief Maulana, meskipun begitu, patut berbangga diri. Nggak mudah lho sekolah madrasah melaju hingga level segitu. Tahu sendiri kan, saingannya adalah para singkek yang udah wellknown for their achievements.
Klik untuk membalas
Arief Maulana Reply:
March 6th, 2010 at 11:28 pm
@Agus Siswoyo, bener mas. Ini jg sedang cari jln ke arah kompetisi level nasional.
Harapannya sih biar jadi support referensi pendukung waktu ntar ngajuin beasiswa kuliah gratis di univ.cambridge
Klik untuk membalas
Fenny Ferawati Reply:
March 6th, 2010 at 11:32 pm
@Agus Siswoyo, mas agus kayak sensi ma singkek,
awas…berbau SARA
Klik untuk membalas
Agus Siswoyo Reply:
March 6th, 2010 at 11:41 pm
@Fenny Ferawati, pengalaman pribadi pernah dikalahkan dalam event serupa 7 tahun lalu. Jadi masih membekas di pikiran saya.

Klik untuk membalas
Fenny Ferawati Reply:
March 9th, 2010 at 6:22 pm
@Agus Siswoyo, Upline Fenny malah singkek semua Ne Mas,, uNtung Orang Na baik2

AmbIl positif Na mas,, khan jadi semangat, Hehehe
Arief Maulana Reply:
March 9th, 2010 at 6:46 pm
@Fenny, bagus itu. Biasanya mereka jago klo bisnis
wah hebat mas adeknya… salam buat adiknya ya mas heheh


Klik untuk membalas
Nah ini dia artikel-nya yg cocok buat semua marketer
Klik untuk membalas
Betul Mas!
Pelanggan wajib diperhatikan!
Ada pepatah mengatakan, “Satu pelanggan puas, maka dapat peluang untuk dapat pelanggan berikutnya. Tetapi satu pelanggan kecewa, maka sepuluh pelanggan berikutnya akan hilang”
Klik untuk membalas