Feb
3
2010

Aturan Ada Untuk Dilanggar

aturan, bangsa, bangsa maju, disiplin, indonesia, kesadaran diri, keteraturan kekacauan
Pagi ini sekitar jam 6.AM saya berangkat ke Bandara Juanda di Waru Sidoarjo (sekalian info bagi yang belum tahu, Juanda itu di Sidoarjo bukan di Surabaya).

Yah, rutinitas biasa yang mesti saya lakukan bila ayah diutus kantor untuk ikut seminar / workshop teknis kepelabuhanan di luar kota. Seringnya sih di Jakarta.

Kebetulan karena masih pagi, arus lalulintas ngga sepadat kalau sudah jam 7.AM ke atas. Itu lalu lintas di tengah kota. Makin dekat ke Bandara Juanda makin sepi. Dan lagipula Bandara Juanda agak melosok dan jauh dari keramaian.

Ada yang cukup menarik. Dan mungkin ini sering pula Anda temui dalam keseharian, atau bahkan sering Anda lakukan hehehe… What is it? Nerobos traffic light.

Memang sih suasana masih sepi, so dengan atau tanpa traffic light terasa sama saja. Hanya saja kadang kita suka lupa dan ngga sadar, bahwa seharusnya ada atau tidak ada pengawasnya (red.polisi) aturan mesti ditaati.

Aturan dibuat untuk menciptakan keteraturan dan menghindari kekacauan. Coba saja bayangkan jika traffic light tidak ada sama sekali, bisa dipastikan hampir di setiap traffic light bakal macet. Bahkan jauh lebih memakan waktu ketimbang menunggu berubahnya warna lampu.

“Lha, saya kan buru-buru.” Alasan klasik bukan. Kenapa tidak disiasati dengan berangkat lebih pagi.

Pernah ngga membayangkan ketika kita melakukan pelanggaran, itu hanya menunggu waktu saja sebelum kita kena akibatnya. Yang mengerikan lagi akibat ini bahkan bisa lebih mengerikan dari yang kita bayangin.

Seperti halnya Tuhan menciptakan seperangkat aturan hidup lewat kitab suci masing-masing umat. Untuk ditaati, bukan untuk dilanggar.

Kadang-kadang saya mikir juga. Coba lihat negeri kita. Saat ini tengah menjadi ‘negeri 1000 bencana’. Hampir secara merata di berbagai belahan daerah. Ada lumpur lapindo Sidoarjo, tsunami Aceh, gempa Jogja, gempa Padang, banjir bandang Situgintung, dll.

Dan entah kenapa tiba-tiba saya jadi ingat lirik lagu Ebit G. Ade:

“…mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita, yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa…”

“…atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita, coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang…”

Sudah waktunya kita introspeksi. Sudah berapa banyak aturan Tuhan yang kita langgar.

Mungkin kita bilang, “Ah, cuma sedikit aja kok.” Tapi pernahkah kita mikir, yang sedikit itu akan menjadi bukit.

Bila yang sedikit sudah biasa, ada kecenderungan mencoba yang lebih besar lagi dan seterusnya.

Ini baru 1 orang. Kalau semua orang berpikir yang sama, rasanya tidak alasan bagi Tuhan untuk tidak mengingatkan kita. Meski caraNya mengingatkan sungguh menyakitkan.

Well, kiamat makin dekat Bung! Kerusakan moral makin merajalela. Palanggaran makin ngga terkendali, bukan hanya atas hukum manusia namun juga hukum Tuhan. Seakan-akan berlomba memenuhi ramalan tanda-tanda kiamat.

Pertanyaanya, akankah kita jadi bagian dari ramalan tersebut ?

Sementara itu enjoy my blog, happy blogwalking!
:cendol

About the Author: Arief Maulana

Just a simple writer. Menulis apa adanya, tanpa paksaan atau tekanan dari pihak manapun. Butuh tulisan yang lebih berbobot? Langsung dah ke www.AriefMaulana.com.

14 Comments + Add Comment

  • Pertamax

  • Jlebbb!!! Akh!!! Mengena banget nih ke gue!! :hiks:

    • @Best DVD Buy, sengaja. Makin nancep makin maknyus, hahaha… :cendol

  • pelanggaran pertamax: bunda :hammer

    • @mashengky.com, kasih penalty aja. Keseringan pertamax. Hahaha… :ngakak: :puyeng:

  • sudah menjadi kebiasan bangsa kita mas..susah juga kalo mau dirombak ulang :hihi:

    • @Arief Rizky Ramadhan, klo smua mikir gitu ya ga berubah. Makanya menggagas perubahan harus dimulai dari diri sendiri…

  • So, yang baca artikel ini harus mulai memperbaiki diri. :plis:

    • @A9YnD1LV3R, yap. Start from ourself to change the world.

  • Pelanggaran dilakukan krn keegoisan dr sipelanggar.
    Jika keegoisan itu trus berkembang hingga ke sgala aspek kehidupan…bener kata ms Arief diatas, bencana yg lebih besar akan memusnahkan kita krn ulah kita jg:hiks::hiks:

    • @arkum, udah ada di Al-Qur’an jg mas. Segala kerusakan di bumi akibat ulah manusia sendiri. *ayat lengkapnya lupa.

  • Bener harus dipikirkan tu Mas! Karena pelanggaran itu bukan hanya mencelakakan diri sendiri, tapi juga bisa mencelakakan orang lain.

    • @Vidzas Erdien, apes dan repot banget kadang, kalau kitanya udah ikut aturan eh kena efek negatif dari si pelanggar :pukulanseribu:

  • [...] Ada yang hobi kena tilang? Suka ngelanggar lalu lintas? Untungnya saya bukan tipikal orang yang suka melanggar aturan meski aturan ada untuk dilanggar. [...]

Leave a comment

CommentLuv badge

Berlangganan Artikel

Daftar Email Anda Disini:

Delivered by FeedBurner

Healthy Life

Program Diet Sehat