Jan
24
2010

Qorun, Samakah Kita Dengannya?


Sore yang dingin di Sidoarjo. Hujan cukup bersemangat nampaknya untuk memenuhi panggilan kerinduan ibu bumi.

Alhamdulillah, secangkir teh hangat begitu setia menemani saya yang tengah menuliskan cerita sore ini.

Kali ini saya ingin mengajak kita semua untuk belajar dari sekolah kehidupan. Kebetulan tadi siang jam di TV One, saya mendapati sebuah pelajaran berharga yang diberikan oleh Kyai sejuta umat, KH. Zainuddin MZ.

Yah, saya memang sedikit ngefans sama beliau. Metode penyampaian materinya asyik dan tidak menjenuhkan. Walaupun dulu sempat hilang gara-gara terjun di dunia politik, syukurlah kini Beliau kembali.

Dari beberapa materi yang dipaparkan, saya cukup interest masalah Qorun. Salah satu tokoh yang disebutkan dalam Al-Qur’an, terkait dengan masalah harta dan kesombongan atas harta tersebut.

Kalau kita sering mendengar kata-kata harta karun, maka sesungguhnya itu didasarkan atas kisah Qorun yang seluruh hartanya dibenamkan oleh Allah ke dalam bumi. Makanya kalau nemu benda-benda berharga di dalam tanah, kita sering bilang ‘harta karun’.

Selengkapnya tentang kisah Qorun, bisa Anda baca disini.

Sekarang mari kita bedah, apa saja sifat-sifat Qorun yang membuat Allah akhirnya murka kepadanya. Jangan sampai sifat-sifat tersebut ada dalam diri kita (saya kutip dari catatan hasil mendengarkan tausiah KH. Zainuddin M.Z).

#1. Tidak Mengakui Adanya Campur Tangan Allah Dalam Kesuksesannya.

Qorun begitu sombongnya. Atas kesuksesan dan melimpahnya harta yang dimiliki, dia mengklaim bahwa itu semua adalah hasil jerih payahnya sendiri.

Dia tidak mau mengakui bahwa sesungguhnya ada campur tangan Allah Sang Pemberi Rezeki didalamnya.

#2. Rakus / Tamak / Serakah.

Qorun kerapkali disimbolkan dengan binatang kera. Kalau kita tahu kera adalah binatang yang sangat rakus. Selalu merasa tidak puas. Kalau perlu semuanya (tangan, kaki, mulut) memegang pisang sebagai makanannya.

Nah, sifat kera ini melekat erat dalam diri Qorun. Tidak pernah ada puasnya dia mengejar harta duniawi, melupakan investasi akhirat. Kalau bisa semua disikut agar seluruh keuntungan jatuh hanya ke tangannya.

Penyakit ini biasanya kerap melanda mereka-mereka yang saat ini tengah diberi amanah oleh Allah, entah itu dalam jabatan tertentu, harta yang melimpah, ataupun profesi yang memungkinkan meraih penghasilan besar (pebisnis misalnya).

#3. Tidak Mau Zakat / Shodaqoh.

Dalam setiap harta yang kita genggam, sesungguhnya ada hak-hak orang lain yang mesti dikeluarkan. Dan itu adalah salah satu cara Allah membantu umatnya yang membutuhkan.

Kan tidak mungkin Allah ujug-ujug datang kemudian memberikan harta sebagai bentuk pertolongan. Jadi lewat kita sebagai manusia lah, amanah itu dititipkan.

Sayangnya ini tidak disadari Qorun. Beberapa teman bahkan kaum muslimin sudah mengingatkannya. Namun, tetap saja Qorun tidak bergeming.

Dalih yang sering digunakan untuk menolak itu semua adalah karena harta itu adalah jerih payahnya sendiri (lupa faktor Allah). Sehingga hanya dirinya yang pantas menikmati.

Maka tak heran Allah kemudian murka dan membenamkan semua hartanya ke perut bumi. Selain untuk menghukum Qorun, juga untuk menjadi pelajaran bagi kita semua.

Nah, teman-teman. Mari introspeksi diri. Apakah sifat-sifat Qorun ini ada dalam diri kita. Mumpung belum terlambat, segera bertobat jika memang iya. Mari sama-sama saling mengingatkan dan berubah jadi lebih baik.

Dan mudah-mudahan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang senantiasa berkecukupan untuk terus bisa berbagi, baik itu dalam hal ilmu maupun harta.

Enjoy my blog, happy blogwalking!
:cendol

About the Author: Arief Maulana

Just a simple writer. Menulis apa adanya, tanpa paksaan atau tekanan dari pihak manapun. Butuh tulisan yang lebih berbobot? Langsung dah ke www.AriefMaulana.com.

20 Comments + Add Comment

  • wah saya harus introspeksi neh.. kok mirip2 sama Karun yah? :hiks:

    • @mashengky.com, sama-sama perlu introspeksi mas. Makanya satu sama lain kita saling mengingatkan.

  • makasih mas sudah di ingatkan , moga bisnisnya makin berkah …

    • @surya, sama-sama saling mengingatkan lah Mas. Saya jg ini kan diingatkan KH.Zainuddin MZ meski lewat tv.

  • Tenkyuuu……..ingat cerita si ganteng jual bubur ayam,,,,rahasia dia adlah lgsg byr yg 2.5 % pd hari itu jg sblm ditagih yg pemberi rizki

    • @Bundapreneur, iya aku inget bun. Kalo aku akhir bln. Klo br masuk langsung keluar, nominalnya kecil cz cm 10%.

  • Takutttt…
    :hiks:

    Jadi lebih ingat hari akhir…

  • Terkadang bahkan seringkali ada sifat kita yang muncul mempunyai kemiripan dengan Qorun ini….termasuk saya…ha..ha…

    • @Handoko Tantra, yah namanya jg manusia. Makanya Allah punya kebijakan yg masuk surga bukan org yg tanpa dosa, tapi yg timbangan kebaikannya lbh berat.

  • Wah, alam yg baru, blog yg baru…maaf ms, barusan mampir kesini

    • @arkum, yap. Non commercial blog. Wkwkwk… :cendol

  • Smoga saya tidak pernah sperti Qorun, walau hanya sedikit karakter buruknya.

  • [...] udah mengakar mulai dari kalangan elit yang bergelimpangan harta tapi ga puas-puas, layaknya Qorun, sampai masyarakat lapisan bawah. Masih kurang dahsyat, tempat ibadah disikat juga. Mulai dari uang [...]

  • Sifat seperti Qorun muncul karena kurangnya rasa syukur apa yang kita terima… semoga kita menjadi orang yang pandai bersyukur…

    • @Mas Noer, benar mas. Bersyukur dan rajin shodaqoh kunci untuk sukses dan lebih sukses lagi. :sip:

  • Ayo sisihkan 2,5% dari hasil kita untuk zakat/sodaqoh agar kita tidak dicap sebagai qorun.

  • al-hamdulillah….moga2 kita semua tidak melupakan campur tangan ALLAH dalam setiap pekerjaan kita….

Leave a comment

CommentLuv badge

Berlangganan Artikel

Daftar Email Anda Disini:

Delivered by FeedBurner

Healthy Life

Program Diet Sehat