23
2010
Lebih Baik Kalah Di Kalangan Orang Hebat
Jika tadi pagi saya menghabiskan waktu di bengkel, maka sepanjang siang hingga sore hari saya berkelana kembali di bumi MBI.
Kali ini tidak dalam kapasitas sebagai pembicara motivasi, melainkan sebagai supir yang mengantarkan ortu mengambil raport Wulan, adik saya.
Perjalanan dari Sidoarjo ke Pacet dimulai jam 1.30pm. Cukup menyenangkan karena disamping tidak macet, hujan berkenan mengiringi derap laju katana putih yang saya kendarai.
Sesampainya disana, kita telat mengikuti rangkaian acara sejak awal. Yang tersisa hanya sesi sambutan Kyai Asep, pengumuman juara-juara kelas, dan doa. Baru dilanjutkan pengambilan raport ke walikelas masing-masing.
Pada sesi pengumuman juara kelas (best 5), saya sebenarnya mengharapkan betul Wulan masuk ke dalamnya. Jadi tidak ada ketimpangan antara materi yang saya sampaikan kemarin (berprestasi) dengan Wulan selaku adik kandung.
Well, nampaknya harapan tinggal harapan. Semua best 5 sudah disebutkan dan Wulan ngga masuk di dalamnya. Rupanya panggung kemenangannya kali ini bukan di sekolah melainkan di kompetisi-kompetisi luar sekolah.
Inilah roda kehidupan. Kadang di atas, kadang di bawah. Yang penting putar rodanya.
Dan jauh lebih baik jika kita kalah di kalangan orang hebat daripada menang di kalangan orang lemah.
Begitulah yang terjadi pada Wulan. Kali ini dia kalah. Dan memang harus diakui persaingan disini cukup ketat.
Mendapatkan nilai 8 merata di semua mata pelajaran dirasa kurang. Karena para juara minimal 90% nilainya 9 bahkan 10 dalam skala penilaian 1-10.
Kalah di lingkungan orang hebat akan memacu dan memotivasi diri untuk berusaha lebih baik lagi. Sehingga ketika semua usaha itu berhasil dan kita keluar sebagai pemenang, maka itulah hakekat pemenang sejati. Pemenang dari kumpulan orang-orang hebat, bukan menang dari menindas orang lemah.
Hari ini kita boleh kalah. Tapi esok kita harus menang. Seperti kata-kata bijak :
“Kita boleh kalah dalam suatu pertempuran, namun harus memenangkan peperangan.”
Ps. Perang terdiri dari beberapa pertempuran kecil.
Karena tidak ada kemenangan abadi dalam dunia ini, dan tidak pula dengan kekalahan abadi.
Enjoy my blog, happy blogwalking!
:cendol
Berlangganan Artikel via Email ! Anda akan mendapatkan update terbaru via email dengan memasukan alamat email anda pada kotak di bawah ini lalu tekan "Berlangganan".

An article by

pertamax! :pertamax
@mashengky.com, :iloveindonesia
justru kalo sering kalah, tapi punya jiwa pemenang, pasti bisa jadi juara mas..
contohnya saya nih, sering diejek2 sm pesaing saya, bahwa vcc saya mahal dsb.. tetep aja tiap hari 5-10 orang beli vcc indonesia.
pokoke fight like a winner deh! jangan live like a loser!
@mashengky.com, contoh yang bagus sekali :ngakak
Salam kenal Mas, blog baru nih…
@yons, salam kenal. Iya neeh… biar di AM.com ngga campur aduk brandingnya.
hehehe kalo saya ga pernah dan pasti akan menjadi best 5 di sekolah…
@Arief Rizky Ramadhan, wah rancu neeh. Ngga pernah best 5 apa selalu masuk best 5 :hammer
BENAR PAK TAPI ALANGKAH LEBIH BAIK MENANG DIANTARA PEMENANG.
@BLOG BISNIS Ibnsyahreza, kalau itu juga semua sudah tahu mas,
.
Tulisan ini adl dalam konteks agar kita tidak hanya puas bersaing di tempat yang pesaingnya di bawah kita.
Dengan mencari persaingan yang berimbang, kita akan terpacu untuk terus berkembang. Sehingga seperti yg disebutkan, boleh kalah bertempur tapi tidak dalam peperangan.
:cendol
Bagaimana cara menentukan hebat dan tidaknya sebuah peperangan mas?
@Agus Siswoyo, Dari berapa kali kita jatuh dan bangkit lagi mas.. :)
@Agus Siswoyo, batasan yg pasti sih ga ada mas. Tapi salah satu mentor saya pernah bilang, kompetisi yang baik adl saat kita tidak terlalu mudah memenangkannya, namun tidak terlalu sulit juga memenangkannya.
Yang sedang-sedang saja.
Seseorang lebih matang jika sebelumnya telah jatuh bangun sebelum menuai kemenangan. Kematangan akan berfungsi sebagai stabilizer kesuksesannya.
Kalah dan menang itu biasa dlm hidup, tapi akan menjadi luar biasa jika dlm hidup ini lbh banyak diwarnai oleh kemenangan.
@arkum, kemenangan besar terjadi saat kita tahu strateginya. Dan sayangnya strategi hebat itu justru kita ketahui setelah beberapa kali kekalahan.
Dan itu alasan paket sukses tidak bisa dipisahkan. Ada sukses pasti ada gagal juga.
@Arief Maulana, Dan paket itu jg tidak smua org memilikinya…hanya org2 yg mau brsungguh2 mnempuh sunatullah kesuksesan
@arkum, banyak org mau enaknya aja. Ga mo trima 1 paket
saya dari SD mp SMA 3 besar terus hihi…tapi anehnya kuliah ga masuk 10
memang bener mas, roda selalu berputar…yang penting maju terus pantang mundur
Saya masih heran, gimana ya cara ngatur 2 blog. Saya punya 1 blog aja sudah Alhamdulillah.
Bagaimanapun saya ucapkan selamat buat adik Wulan. Kekalahan saat ini, start kemenangan mendatang
@Web Hidup Mulia, terima kasih. Nanti saya email kenapa bisa mengontrol 2 blog langsung.