Jan
22
2010

Menebar Motivasi di Bumi MBI

ammanatul ummah, MBI, motivasi, pondok pesantren, santri, sekolah internasional, seminar motivasi
Hari ini, saya diminta oleh panitia MBI (Madrasah Bertaraf Internasional) Amanatul Ummah, yang notabene santri sana, untuk membawakan sebuah seminar kecil-kecilan.

Tema yang diminta seputar bagaimana memotivasi diri untuk berprestasi. Dan saya menyanggupi karena dari pihak MBI juga bisa menyediakan transportasi dari Surabaya ke Pacet, Mojokerto.

Saya berangkat dari surabaya jam 6 pagi. Karena memang APV (transportnya) berangkat dari kantor utama AU (Amanatul Ummah) Surabaya bersama para guru jam segitu.

Sebenarnya ini adalah permintaan kedua untuk mengisi acara disana. 2 undangan sebelumnya terpaksa saya tolak. Disamping karena masalah transport, problem utama justru karena berbenturan dengan kuliah di kampus. Nah, mumpung yang ini saya lowong, langsung saya iyakan.

Proses jalannya acara cukup menyenangkan. Peserta antusias dalam menyimak dan menanggapi materi yang disampaikan.

Syukurlah. Paling tidak, upaya saya menyiapkan materi terbaik untuk mereka tidak sia-sia. Dan harapan saya, motivasi yang saya tebar di bumi MBI bisa mengakar dalam hati dan membuat mereka lahir sebagai generasi muda Islam yang tangguh dan berprestasi.

Pasca seminar, saya lantas kemudian diajak bertemu dengan guru senior yang bertanggung jawab disana layaknya kepala sekolah, yang bertempatnya di kantor MBI AU Pacet. Ustad Cecep.

Beliau sempat bercerita masalah keterbatasan fasilitas yang dimiliki MBI, namun itu tidak menggoyahkan semangat para santri untuk berprestasi. Meski pondok pesantren, mereka bisa menunjukkan kualitas prestasi yang tidak kalah dengan sekolah SMA umum. Dan itu membuat saya salut.

Kadang-kadang dengan adanya keterbatasan, justru akan memicu kita untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif. Seperti lab bahasa. Dengan keterbatasan dan tidak adanya lab bahasa, akhirnya MBI bisa mengondisikan lingkungan pondok pesantren sebagai lab bahasa alami. Memiliki efek yang jauh lebih efektif daripada sekolah-sekolah SMA umum yang punya lab bahasa.

Bhs Indonesia tidak diperkenankan dalam keseharian santri. Dalam lingkungan sosial di tempat umum hanya ada 2 pilihan, bahasa arab atau inggris. Melanggar, berarti harus siap untuk hafalan 1 juz + hukuman-hukuman khusus. Kalau di kamar sih ngga apa-apa.

Saya juga salut bagaimana kepedulian dan ikatan batin antara alumni dengan almamater maupun adik kelas, sebagaimana yang diceritakan Ust.Cecep. Bahkan kabarnya bagi alumni yang sudah lulus kuliah, secara sukarela mereka akan mengabdi sejenak di MBI untuk membantu adik kelasnya.

Obrolan dengan Ust.Cecep pun berakhir saat beliau dipanggil Kyai Asep, founder of MBI untuk menyambut Kyai Sepuh (teman baik Kyai Asep) dari Malang.

Tidak selang beberapa lama, Ust.Ali menyampaikan pesan ke saya bahwa anak-anak panitia mengajak saya makan ala santri di warung sebelah.

Tadinya saya berniat untuk membayari mereka semua. Namun, mereka menolak dan memaksa untuk membayar.

Kata mereka, “Mas sudah menolak uang honor sebagai pembicara. Jadi untuk yang satu ini jangan ditolak lagi. Berikan kesempatan kepada kami, untuk bisa menjamu tamu dengan baik.” Oke, saya pun mengiyakan untuk yang satu ini.

So, di sisa waktu menunggu APV jemputan (yang akan membawa saya kembali ke surabaya), saya cangkruk bersama beberapa panitia. Berbagi cerita pengalaman dan menjawab beberapa pertanyaan dari mereka yang tidak berkesempatan ikut di sesi tanya jawab karena posisi mereka sebagai panitia.

Usai cangkruk, saya dengar kabar bahwa Kyai Asep meminta segenap guru untuk tidak pulang dan menyambut kedatangan Kyai Sepuh dari Malang. Praktis guru-guru yang tadinya mau balik bersama saya dengan APV menunda kepulangan. Dan itu artinya APV tidak bisa langsung balik ke Surabaya.

So, waktunya jadi santri dan ikut mendengarkan petuah Kyai Sepuh dari malang. Alhamdulillah materinya cukup bagus dan menambah pengetahuan agama saya walau secara sepintas saja. Good. Sekali ke MBI, banyak hal didapatkan.

Petuah selesai, saya dan guru-guru pulang ke Surabaya. Artinya usai sudah tugas saya hari ini berbagi motivasi di bumi MBI, sekolah adik saya Wulan.

Oh ya, masih ada satu kejadian menarik yang menjadi catatan saya. Dari kantor AU Surabaya, kebetulan saya memilih pulang ke Sidoarjo dengan angkutan umum. Yah, sudah 5 tahun yang lalu terakhir saya naik angkutan umum. Selebihnya sepeda motor.

Di dalam angkutan tersebut rupanya ada ibu-ibu yang salah jurusan. Tujuannya adalah ke pasar Krian. Tapi justru angkutan yang ditumpangi (termasuk saya) jurusan ke malang.

Untungnya ketika masih di Sidoarjo kernetnya sempat menanyakan ibu tadi hendak turun dimana. Syukurlah belum terlambat dan masih di wilayah trayek angkutan ke Krian.

Angkutan pun distop. Si kernet memutuskan untuk tidak mengenakan biaya apapun. Padahal ibu ini sudah naik dari Surabaya.

Belum cukup kebaikan si kernet yang menggratiskan si ibu, si kernet pun membantu mencarikan angkutan yang jurusan ke Krian. Dan si ibu pun akhirnya naik angkutan yang benar, yang akan mengantarkannya ke tujuan semula yakni pasar Krian.

Subhanallah, banyak benar Allah memberi pelajaran untuk saya hari ini. Mulai dari keterbatasan yang mampu mendesak kreatifitas dan inovasi di MBI, keramahan dan kerendahan hati para santri hingga kebaikan dan ketulusan hati si kernet dalam menolong ibu yang salah jurusan tadi. Mudah-mudahan bisa memetik manfaat.

Enjoy my blog, happy blogwalking!
:cendol

About the Author: Arief Maulana

Just a simple writer. Menulis apa adanya, tanpa paksaan atau tekanan dari pihak manapun. Butuh tulisan yang lebih berbobot? Langsung dah ke www.AriefMaulana.com.

30 Comments + Add Comment

  • Pertamax,….. :iloveindonesia

  • Gud gud gud

  • Wah sekali-kali jadi pembicara dikampusQ dong mas,… :shakehand2

    • @harysay, dimana tuh? Kirim aja undangan. Jangan lupa yah, profesional fee. Hahaha… :cendol

      • @Arief Maulana, Jogja,…

        Wah klo pke yang kya gtu,…rad susah, Cz ak bkan ank organissi,..huehehe,…

        Low gk men ke kostQ ajah,…ckakakakakak :D

  • wah rame tenan cerita ne rek… tumben nih pake 2 kolom cak? :cendol

    • @mashengky.com, ga butuh banyak fungsi mas. Cuma blog biasa non bisnis. Cukuplah dgn 2 kolom.

      :cendol

  • Mmng bnyak pelajaran yg srg kt temui jstru dr peristw2 sktr kt.Bhkn dr org yg kt br petuah.wah kjadian yg menyenangkn dn bnyk hikmah nih.Senengnya jd smpyn jk sy dposisi ms arief

    • @arkum, Alhamdulillah mas. Sekolah kehidupan ga pernah berhenti memberikan pendidikannya. Tinggal kitanya, mau menutup mata, atau mengejar hikmah itu.

      • @Arief Maulana, Memang disayangkan ms jika ayat2 Allah lewat realitas sekitar kita diabaikan berlalu sj.Justru ini pelajran yg berharga dan tidak mudah ditemui diayat2 tertulis/buku2 tertulis.

        • @arkum, dan dgn belajar ayat2 tak tertulis itu kebijaksanaan dan hikmah datang…

  • [...] Pun beberapa garis besar kegiatannya bisa Anda baca di blog saya satunya, http://ariefmaulana.net dalam artikel “Menebar Motivasi di Bumi MBI”. [...]

  • makin banyak aja amalnya mas…..jadi mirip pak mario. :)

    itu pas moto sepertinya baru turun dari mobil ya, ato masih di dalam mobil, kok ada bayangan mobil dua gitu?

    • @dreamfrog, pas saya baru sampai kesana dengan mobil jemputan yg disiapkan panitia!

  • Santri sekarang memang tidak boleh ketinggalan zaman.
    Salam silaturahim dari Pekalongan.

    • @M Mursyid PW, santri sekarang dahsyat Pak. Di MBI itu luar biasa potensinya. Tahun lalu 60% keterima beasiswa perguruan tinggi negeri dan kuliah gratis! :sip:

  • Mas thanks berat atas waktunya jd motivator di MBI…
    http://ariefmaulana.net/wp-content/plugins/munky-smiley/sip.gif
    Sory mas kalo Qta (segenap panitia) ada salah kata atau apalah yang kurang berkenan di hati mas
    Jempol besar bwt mas

    Ketua Panitia MBI Book Fair 2010

  • AsKum………….
    klo maU msk AU tes nya susah nggak………?
    TRimZ,,,,,,,:mlorok::baca::jigong::lompat::belajarkeras::no::jedug::matabelo::kringetan::yoyo:

    • @EZa, kata adikku sih lumayan. Minta test TOEFL jg. Tapi dicoba dong, jangan patah disini.

  • Good Story…

    Jadi terharu n Kangen ma Pacet,
    Salam kenal…

  • askum……..
    persyaratan masuk ke MBI AU itu apa saja, pakai tes apa tidak? kalau seumpamanya tes, tesnya apa saja. terima kasih

    • @tanti, persyaratan detilnya saya kurang tahu.
      Tapi beberapa tes yang diujikan : tes akademik, tes TOEFL, tes psikologi.

  • knp byk orang bilang psantren jgn kalah sama SMA? pdhl realita santri psantren 80prsen lbh brmutu di banding anak SMA, di bidang formal maupun Non formal, coba dgn kt yg anak SMA? klebihan kt cm rambut semir plus pake anting?? bl tlah dmikian, sharusnya kt bilang “anak SMA jgn kalah sama santri, dan univrsity jgn kalah dgn psantren” dan sbaliknya.

    • @Faiz, adekku, anak pesantren juga. Sekarang? Kuliah gratis di Hubungan Internasional Universitas Unair dengan beasiswa + dapet living cost juga dari Depag. Asik kan :)

  • Bnr apa kata U faiz, sharusnya kalimatnya, “ank SMA jgn kalah ma santri, bukannya “santri jgn kalah ma ank SMA” krn dlm knyatannya, di antra 100 santri, 80an yg brkualitas, dan di antra 100 siswa SMA tdk mncapai 20 yg brkualitas, kalo udh dmikian, maka sharusnya kalimat yg pantas adlh “anak SMA jgn kalah ma santri” De facto..

    • @Danang, hahaha… ini pasti santri ini. Mudah-mudahan sih begitu. Karena ga jarang juga ada ponpes yang mayoritas santrinya kurang berkualitas.

  • Keberhasilan tidak datang dengan sndirinya tetapi harus diiringi dengan kerja cerdas dan kerja keras agar berhasil. Kerja keras maksudnya kerja dengan sungguh tanpa rasad lelah sedikitpun demi menggapai cita cita. kerja cerdas maksudnya kerja yang menghasilkan hasilyang maksimal dengan cara yang paling sederrhana

Leave a comment

CommentLuv badge

Berlangganan Artikel

Daftar Email Anda Disini:

Delivered by FeedBurner

Healthy Life

Program Diet Sehat