19
2010
Free Smoking Area, I Like It

Hari ini agenda saya semestinya adalah kerja bakti. Mengosongkan kamar adik yang rencananya akan diperbaiki lantai keramiknya. Pecah gara-gara panas.
Baru setengah jalan, si tukang telpon katanya besok baru bisa garap. Oke, itu artinya hari ini free. Lantas segera saja saya buka internet, masih dengan bb kesayangan, untuk ngecek jadwal film 21. Eng ing eng, ternyata Sherlock Holmes masih ada di Cito.
Karena masih pagi, ya saya habiskan waktu untuk mencicil materi training motivasi and pengembangan diri untuk show di MBI (Madrasah Bertaraf Internasional) Pacet.
Saya sengaja pilih jam nonton siang. Karena jam tayang yang ngga motong waktu shalat cuma dua. Kalau ngga siang hari ya malam habis maghrib. Berhubung saya punya kebiasaan tidur sore lepas maghrib, terpaksa ambil. siang.
Film sherlock holmesnya bagus. Mungkin karena saya suka film genre misteri kali. Banyak pelajaran yang bisa dipetik disana. Salah satunya adalah mencoba peka pada hal-hal kecil yang detil namun bisa memberi petunjuk, ide ataupun inspirasi.
Fun juga karena ada bagian-bagian yang lucu. Keren karena mengupas rahasia di balik black magic secara ilmiah. Walaupun masih ngga sebagus avatar (best movie I guess).
Usai nonton, saya langsung ke foodcourt makan original bento. Sekalian balesin email + bayar komisi webmaster.
Nah pas pulangnya, ternyata ada satu banner yang menarik perhatian saya. Bannernya seperti yang ada di gambar postingan ini (saya take langsung dari camera hp).
Intinya mall Cito (City of Tomorrow) mendukung Perda tentang kawasan bebas rokok. That’s so cool. Karena memang Saya ngga suka merokok. Dan paling males juga kalau ada orang ga tau diri merokok di depan umum apalagi di dalam angkot. Serasa pengen nabok si perokok.
Mudah-mudahan ini ngga cuma sekedar aturan kosong tanpa ada penegakan hukum yang real. Soalnya saya udah rada ngga percaya hukum di Indonesia yang pisaunya lebih tajam ke bawah daripada ke atas.
Jadi inget juga, di kampus ada banner serupa. Tapi tetep aja kaum smooker ngga mo patuh. Merokok di sembarang tempat sakarepe dewe. Paling ngga kan bisa tuh kalau merokok cari tempat yang ngga ganggu orang. Jadi biar itu racun diisep dewe, dinikmati dewe, mati yo mati-mati dewe, hahaha…
Well, susah dah kalau urusannya sama rokok. Kalau distop buruh pabrik mati, negara tambah defisit (pajak rokok paling besar). Ngga disetop ya keganggu sendiri.
Yang jelas, kalau ada yang nawari, “Rokok Mas?”. I’ll say, “Sorry, I am not smooker…” Hehehe…
Enjoy my blog, happy blogwalking
:cendol
Berlangganan Artikel via Email ! Anda akan mendapatkan update terbaru via email dengan memasukan alamat email anda pada kotak di bawah ini lalu tekan "Berlangganan".

An article by

Lagi-lagi bukti kondisioning kebiasaan negatif (merokok) yang sudah berabad-abad telah menghantam bangsa Indonesia. Saya yakin kebiasaan ini juga diimpor dari Cina. Jadi AFTA itu sudah berlaku sejak dulu kala …
@Sam_E, hanya diresmikannya saja sekarang. Betul, :cendol