Jan
17
2010

ACFTA, Kenapa Mesti Takut?

acfta,

ACFTA (ASEAN China Free Trade Area). Udah pernah denger belum? Di koran, khususnya kolom ekonomi saat ini sering banget disinggung.

Mulai berlaku 1 Januari 2010 kemarin. Dan mestinya tulisan ini juga saya post waktu itu. Berhubung blog belum jadi tak tunda dulu deh.

Pemberlakuan ACFTA seakan-akan menjadi momok bagi UKM. Gimana enggak, lha wong belum ACFTA aja produk Cina udah ada dimana-mana. Saya juga inget waktu kecil mainan saya made in china semua.

Bicara soal Cina dan tetek bengek perdagangan ini, jujur yang terlintas pertama justru hadits Rasulullah SAW. “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”. Dan sepertinya kita baru mengerti sekarang kenapa mesti Cina. Inget lho hadits itu keluarnya beberapa ratus tahun yang lalu.


ACFTA juga mengingatkan saya pada buku Chindia, yang dalemannya mengupas soal kebangkitan China + India. Ini menyebabkan banyak pengusaha di negeri barat pelan tapi pasti akhirnya mengalihlkan investasinya ke China dan India.

Ups, saya bukan ahli ekonomi lho. Semua di atas saya dapet dari baca koran sepintas. So, kalau pengen tau efek positif negatifnya silahkan googling, hehehe…

Lepas dari itu semua, sebenarnya Rasulullah sendiri sudah memberi “key”nya, yaitu belajar dari Cina. Tinggal kita praktekkan aja.

Ingat, bangsa kita lebih dulu bisa menghirup udara kebebasan daripada Cina yang kala itu, sisi komunis masih mengekang dan tidak mau terbuka.

Tapi lihat sekarang. Produk Cina membanjiri pasar ekspor impor. Perdagangan internasional yang masih ada tarif bea masuknya saja sudah membludak, apalagi free trading.

Memang secara kualitas kadang-kadang masih mengecewakan. Namun pelan tapi pasti saya yakin ada peningkatan. Laptop saya juga kalau ngga salah dibuat disini dengan lisensi Cina.

Mungkin masyarakat kita, pebisnis besar sampai UKM (red.khususnya), mesti belajar sama Cina. Pelajari bagaimana budaya dan mereka berbisnis. Bagaimana mereka bisa kompak dan menjunjung tinggi persaudaraan sesama Cina. Ngga seperti kita yang main sikut.

Ps. Jadi inget pernah baca buku “Rahasia Sukses Bisnis Orang Tionghoa”.

Kalau kita mau merendahkan hati untuk belajar kita bisa kok. Secara resource kita lebih oke saya rasa.

ACFTA sudah berlaku. Tidak ada pilihan selain beradaptasi dan menjadi pemenang di negeri sendiri minimal. Syukur-syukur bisa merajai dunia. Tidak ada salahnya toh bermimpi Indonesia menjadi negara super power. Mimpi toh ngga bayar, hehehe…

Enjoy my blog, happy blogwalking!

About the Author: Arief Maulana

Just a simple writer. Menulis apa adanya, tanpa paksaan atau tekanan dari pihak manapun. Butuh tulisan yang lebih berbobot? Langsung dah ke www.AriefMaulana.com.

15 Comments + Add Comment

  • Hm… Meski gak begitu paham soal ini, gak tahu kenapa aku jadi deg-degan gimana gitu… Hehehe… Seru nih… :D

    • @Hangga Nuarta, hahaha, :pertamax neeh. Welcome to my 2nd blog. Ngga serame blog satunya.

      Sebenernya kalau posisi kita di pihak konsumen ngga terlalu ngefek kok. Malah kita bakal kebanjiran produk murah.

      Cuma kasihan UKM yang ngga bisa adaptasi. Penetrasi Cina kan dengan harga murah.

      Yah, sebatas opini. Mestinya ahli ekonomi kita + pemerintah mikir neeh gimaba cara memperkuat UKM dari efek ACFTA ini.
      :cendol

  • Betul mas…ketekunan dan keuletan bangsa cina mampu mendominasi ekonomi dunia..:)

    Sudah selayaknya kita belajar dari apa yang mereka tempuh.. :tkp

    • @Handoko Tantra, itu kali yah, kenapa di film 2012 yang dipercaya membangun bahtera penyelamat umat manusia bangsa Cina, :ngakak:

      • @Arief Maulana, He..he..iya mas…inget aja neh…sampe ke film 2012 buat perumpamaannya…:sip:

        • @Handoko Tantra, gimana ngga inget mas. Lha wong film itu point penyelamatannya ada di kapal canggihnya kan… inget loh, saya kan arsitek dan pembangun kapal! Hahaha… :alay

  • Assalamualaikum mas Arief.

    Ini pengalaman saya terjadi dibulan Agustus 2003, waktu saya berkunjung ke Afsel camera saya rusak terpaksa saya beli di Johannesburg saya beli merk Cannon asli didealernya, setelah sampai dihotel saya teliti bagus memang asli Cannon tapi hebatnya China itu apa tertulis jelas made in china.

    Kemudian di Capetown saya ketoko Levis,memang kalau saya pergi keluar oleh2 yang dipesan kelima anak2ku ta lain kalau tidak Levis ya kaos atau kemeja,topi HardRock Cafe kota yang saya kunjungi,karena waktu itu HRCnya udah tutup saya beli bberapa potong kemeja Levis,apa yang saya lihat semuanya lisensi Levis made in china.

    Waktu saya pulang kebetulan transit dulu di Singapura saya mampir ditoko Levis dibandara Changi beli bberapa potong kemeja Levis karena kelima pendawa belum kebagian semua ternyata itupun tertulis made in China.

    Sampai di Jakarta anak keempatku Firdaus ngajak mampir di mall Taman Anggrek kami mampir juga ketoko Levis beli juga beberapa potong itupun semuanya made in China.

    Sungguh luar biasa China gak salah Nabi kita jauh2 hari sudah ngajari kita tuntutlah ilmu sampai kenegi China seperti diawal tulisan mas Arief. Penomena ini harus kita hadapi smga Allah membuka mata hati para pemimpin2 kita, dan kitapun sebagai warganya hrs siap untuk menghadapinya Insya Allah kita bisa.
    (lain kali Insya Allah saya ceita pengalaman waktu berkunjung ke China )

    • Alaikumussalam Wr.Wb.

      Wah terima kasih banget nih Pak Sharingnya. Kebetulan kita-kita mengamatinya kan yang di pasaran dalam negeri aja. Ternyata di luar negeri pun China bener-bener menunjukkan penetrasi bisnisnya yah!

  • Negeri kita belum banyak dukungnnya terhadap ukm, karenanya ukm di negeri kita banyak yang terlindas dengan gempuran produk cina yang harganya jauh lebih murah dan kualitas yang kurang lebih sama dengan produk ukm negeri kita. HMMMM… ini pe-er berat bagi semua.

    • @herlina mutmainah, salah satunya juga mungkin dengan menggalakkan beli produk dalam negeri.

      Tapi susah kalau ngga ada support dari Pemerintah. Secara dari segi harga dengan kualitas hampir sama, mereka harga murah.

      Makanya satu-satunya jalan, dari UKM tersebut juga mesti mulai berkembang dan berinovasi. Paling tidak bisa dimulai dengan membaca blue ocean strategy!

  • Cina memang rajanya pasar dunia dan ekonomi…lihat aja produk HP ternama dan berkelas seperti Nokia pun kini harus berpeluh keringat berdesak – desakan dengan serbuan hadirnya HP keluaran cina dengan harga terjangkau plus fitur melebihi Nokia di kelasnya… :alay

  • Inilah masalah besar yang seringkali kita hadapi dan mengapa pula bangsa kita dijajah oleh Belanda 350 tahun dan sampai sekarangpun kita masih dijajah para kapitalis.
    Ada cerita menarik dari seorang teman yang pernah mencicipi kerja di suatu perusahaan motor Jepang yang dirakit di Indonesia.
    Singkat cerita perakitan Indonesia mau mencoba menguji salah satu onderdil kecil dan ringan (kopling atau persneling?) yang dibuat oleh orang-orang Indonesia kemudian diusulkan dan dikirim ke Jepang. Hasilnya tidak disetujui. Coba lagi … tidak disetujui sampai beberapa kali. Saking jengkelnya barang yang sama buatan Jepang (asli) tapi dibungkus diaku sebagai produk Indonesia dan dikirim ke Jepang. Hasilnya: TIDAK DISETUJUI PULA! Padahal itu produk Jepang sendiri. Lho …
    Kita itu bangsa penurut atau lemah, tak punya bargaining position?
    Sementara Malaysia sudah ada Proton Saga …
    Indonesia … bangun … bangkitlah …

    • @Sam_E, memang sulit. Langkah awal bisa kita mulai dengan kebangkitan individu utk selanjutnya membangkitnya individu2 yg lain

  • Asalamualaikum WrWB,
    dear mas arief, mas aku mau tanya, mas arief ini kapan sih nulis ini semua, gimana bagi waktunya? aku kok, pengen tapi belum bisa ngatur waktu, padahal kan, dengan menulis kita belajarnya dua kali yah, ya berfikir ditambah ditulis lagi, jadi makin inget hehehe.

    oh ya, salam kenal yah
    wasalam
    Ade sidhqi satianagara

Leave a comment

CommentLuv badge

Berlangganan Artikel

Daftar Email Anda Disini:

Delivered by FeedBurner

Healthy Life

Program Diet Sehat